Mengenal ISIS-K dalang Bom Bandara Kabul: Dari Bom Bunuh Diri hingga Eksekusi Brutal

Jum'at, 27 Agustus 2021 - 10:52 WIB
loading...
A A A
Pusat Pemberantasan Terorisme di West Point mengatakan anggota ISIS-K termasuk warga Pakistan dari kelompok militan lain dan ekstremis Uzbekistan selain warga Afghanistan.

Para pejabat intelijen AS mengatakan bahwa gerakan itu menggunakan ketidakstabilan yang menyebabkan runtuhnya pemerintah dukungan Barat di Afghanistan awal bulan ini untuk memperkuat posisinya dan meningkatkan perekrutan anggota Taliban yang kehilangan haknya.

"ISIS-Khorasan mengeksploitasi ketidakstabilan politik dan meningkatnya kekerasan selama kuartal tersebut dengan menyerang target dan infrastruktur sektarian minoritas untuk menyebarkan ketakutan dan menyoroti ketidakmampuan pemerintah Afghanistan untuk memberikan keamanan yang memadai," kata inspektur jenderal departemen pertahanan AS untuk Afghanistan (SIGAR) dalam laporannya.

Meski sama-sama memusuhi Barat, ISIS-K dan Taliban sejatinya adalah dua kelompok yang menentang satu sama lain. ISIS-K memiliki perbedaan besar dengan Taliban dan menuduh mereka meninggalkan Jihad serta medan perang demi penyelesaian damai yang dinegosiasikan di "hotel mewah" di Doha, Qatar.

Menurut Pusat Keamanan dan Kerjasama Internasional di Universitas Stanford, perbedaan mereka juga dalam hal ideologis.

Baca juga: Bom Tewaskan 12 Tentara AS, Biden kepada ISIS: Kami Akan Memburu Anda

"Permusuhan antara kedua kelompok muncul baik dari perbedaan ideologis dan persaingan untuk sumber daya. ISIS menuduh Taliban menarik legitimasinya dari basis etnis dan nasionalistik yang sempit, daripada keyakinan Islam universal," kata pusat itu.

Associated Press telah melaporkan bahwa ketika Taliban berusaha untuk bernegosiasi dengan AS dalam beberapa tahun terakhir, banyak dari anggota mereka yang menentang pembicaraan ini beralih ke Negara Islam yang lebih ekstremis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Densus Tangkap 8 Terduga...
Densus Tangkap 8 Terduga Teroris JAD Afiliasi ISIS di Sulteng
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Ngeri! Kecelakaan Maut...
Ngeri! Kecelakaan Maut Bus Kemendagri, 35 Orang Tewas
Rekomendasi
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Thailand Pesta Gol ke Gawang Laos, Rebut Puncak Klasemen dari Malaysia
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved