Taliban Tidak Izinkan Evakuasi Warga Afghanistan

Rabu, 25 Agustus 2021 - 10:14 WIB
loading...
Taliban Tidak Izinkan...
Warga Spanyol yang tinggal di Afghanistan dan warga Afghanistan menaiki pesawat militer sebagai bagian dari evakuasi mereka, di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, 18 Agustus 2021. Foto/Reuters
A A A
KABUL - Taliban mengatakan mereka tidak mengizinkan evakuasi warga Afghanistan dan memperingatkan Amerika Serikat (AS) untuk mematuhi tenggat waktu minggu depan untuk menarik diri.

Pengumuman itu datang ketika Presiden AS Joe Biden menjelaskan bahwa dia bertujuan untuk tetap menepati tenggat waktu 31 Agustus untuk menarik pasukan dari Afghanistan, selama Taliban tidak mengganggu operasi evakuasi yang sedang berlangsung atau akses bandara. Sebelumnya, sekutu Amerika telah meminta perpanjangan untuk menerbangkan lebih banyak orang.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan pada konferensi pers bahwa sementara warga negara asing dapat melanjutkan perjalanan ke bandara, kerumunan besar warga Afghanistan yang telah berkumpul di sana dalam beberapa hari terakhir harus kembali ke rumah dan tidak akan menghadapi pembalasan dari penguasa baru negara itu.

"Jalan yang menuju bandara diblokir. Warga Afghanistan tidak bisa mengambil jalan itu untuk menuju bandara, tetapi warga negara asing diizinkan untuk mengambil jalan itu ke bandara," terang Mujahid.

"Kami tidak mengizinkan evakuasi warga Afghanistan lagi dan kami juga tidak senang dengan itu," tambahnya seperti dikutip dari CNN, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Taliban Blokir Jalan ke Bandara Kabul untuk Warga Afghanistan

Mujahid mengatakan para dokter dan akademisi Afghanistan tidak boleh meninggalkan negara itu.

"Mereka harus bekerja di bidang spesialis mereka sendiri," ucap Mujahid. "Mereka seharusnya tidak pergi ke negara lain, ke negara-negara Barat itu," tegasnya.

Mujahid juga memberikan jaminan bahwa kedutaan asing dan lembaga bantuan akan tetap buka.

Banyak warga Afghanistan yang melarikan diri dari negara itu sejak Taliban mengambil alih adalah orang-orang terpelajar, terutama perempuan. Terakhir kali Taliban memerintah, perempuan dilarang bekerja dan dilarang bersekolah serta berkuliah di universitas.

Tetapi para ahli tetap meragukan janji tersebut di tengah laporan pelanggaran hak asasi manusia dan kekhawatiran bahwa situasinya akan semakin memburuk setelah sebagian besar komunitas internasional meninggalkan negara itu.

Baca juga: Kepala Dewan HAM PBB Kantongi Bukti Taliban Eksekusi Warga Sipil
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Berita Terkini
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Infografis
Diskon dan Pembebasan...
Diskon dan Pembebasan BBNKB untuk Warga Jakarta!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved