Saat Covid-19 Mewabah, Hadis Nabi Muhammad Viral di AS
Selasa, 21 April 2020 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu lalu mengeluarkan fatwa yang sangat topikal di mana ia membahas pertanyaan penting tentang puasa selama bulan suci Ramadhan di tengah pandemi coronavirus.
"Tidak seorang pun diizinkan untuk membatalkan puasa selama bulan yang diberkati kecuali mereka yakin, tanpa keraguan, bahwa puasa akan menyebabkan penyakit, memperburuk penyakit yang sudah ada sebelumnya, memperpanjang periode sakit atau menunda akses ke perawatan," bunyi fatwa Khamenei.
Fatwa Khamenei itu dipicu oleh penyelidikan tentang isu abstain puasa selama krisis Covid-19 yang telah mencengkeram Iran. Secara resmi, jumlah kematian di Iran terkait Covid-19 adalah sekitar 5.000 jiwa, tetapi ada kekhawatiran bahwa jumlah sebenarnya bisa jauh lebih besar.
"Puasa adalah kewajiban (atas perintah) Ilahi. Ini adalah berkah Allah atas para hamba-Nya yang terletak pada fondasi kemuliaan dan kesempurnaan spiritual manusia," lanjut fatwa Khamenei.
Di Uni Emirat Arab, Dewan Fatwa Emirat juga menambahkan bahwa pekerja medis yang merawat pasien Covid-19 dikecualikan dari puasa selama bulan Ramadhan. "Jika mereka khawatir puasa dapat menyebabkan melemahnya kekebalan mereka atau kehilangan pasien mereka," bunyi fatwa tersebut.
Di Mesir telah diumumkanlarangan pertemuan keagamaan publik, termasuk buka puasa bersama selama bulan suci Ramadhan. Kementerian Wakaf Islam Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan larangan pertemuan keagamaan itu juga akan berlaku untuk itikaf, sebuah praktik di mana umat Islam menghabiskan 10 hari terakhir bulan puasa di sebuah masjid untuk salat dan membaca Alquran.
Di Inggris, BBC akan mulai mengudarakan doa-doa Muslim mulai Jumat pagi di layanan radio lokalnya. Hal itu dikonfirmasi kepala BBC Local Radio Chris Burns dan jurnalis Harry Farley.
"Tidak seorang pun diizinkan untuk membatalkan puasa selama bulan yang diberkati kecuali mereka yakin, tanpa keraguan, bahwa puasa akan menyebabkan penyakit, memperburuk penyakit yang sudah ada sebelumnya, memperpanjang periode sakit atau menunda akses ke perawatan," bunyi fatwa Khamenei.
Fatwa Khamenei itu dipicu oleh penyelidikan tentang isu abstain puasa selama krisis Covid-19 yang telah mencengkeram Iran. Secara resmi, jumlah kematian di Iran terkait Covid-19 adalah sekitar 5.000 jiwa, tetapi ada kekhawatiran bahwa jumlah sebenarnya bisa jauh lebih besar.
"Puasa adalah kewajiban (atas perintah) Ilahi. Ini adalah berkah Allah atas para hamba-Nya yang terletak pada fondasi kemuliaan dan kesempurnaan spiritual manusia," lanjut fatwa Khamenei.
Di Uni Emirat Arab, Dewan Fatwa Emirat juga menambahkan bahwa pekerja medis yang merawat pasien Covid-19 dikecualikan dari puasa selama bulan Ramadhan. "Jika mereka khawatir puasa dapat menyebabkan melemahnya kekebalan mereka atau kehilangan pasien mereka," bunyi fatwa tersebut.
Di Mesir telah diumumkanlarangan pertemuan keagamaan publik, termasuk buka puasa bersama selama bulan suci Ramadhan. Kementerian Wakaf Islam Mesir mengatakan dalam sebuah pernyataan larangan pertemuan keagamaan itu juga akan berlaku untuk itikaf, sebuah praktik di mana umat Islam menghabiskan 10 hari terakhir bulan puasa di sebuah masjid untuk salat dan membaca Alquran.
Di Inggris, BBC akan mulai mengudarakan doa-doa Muslim mulai Jumat pagi di layanan radio lokalnya. Hal itu dikonfirmasi kepala BBC Local Radio Chris Burns dan jurnalis Harry Farley.
(min)
Lihat Juga :