PM Malaysia Tolak Lengser, Rayu Oposisi dengan Sejumlah Imbalan
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 07:17 WIB
loading...
A
A
A
“Saya tidak berniat untuk terus berpegang teguh pada kekuasaan. Dalam situasi ini, sudah sepantasnya mandat dikembalikan kepada rakyat untuk memilih pemerintahan baru pada waktunya. Tergantung pada situasi pandemi, saya memberikan komitmen bahwa pemilu ke-15 akan diadakan paling lambat akhir Juli tahun depan," katanya, seperti dikutip AP, Sabtu (14/8/2021).
Pengumuman Muhyiddin menandai putaran balik hanya seminggu setelah dia mengatakan kepada rakyat Malaysia bahwa dia yakin dia masih memiliki dukungan mayoritas dan akan menyerukan mosi percaya di Parlemen pada bulan September.
Setidaknya delapan anggota Parlemen dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai terbesar dalam aliansi yang berkuasa, telah menandatangani deklarasi penarikan dukungan mereka kepada pemerintah, yang cukup untuk menyebabkan keruntuhannya. Dua menteri UMNO telah mengundurkan diri dari kabinet.
Baca juga: Kedubes AS: Taliban Eksekusi Beberapa Tentara Afghanistan yang Menyerah
Di bawah konstitusi Malaysia, perdana menteri harus mengundurkan diri jika dia kehilangan dukungan mayoritas dan raja dapat menunjuk seorang pemimpin baru yang dia yakini mendapat kepercayaan dari Parlemen. Namun pihak oposisi dan UMNO terpecah dan tidak bisa menyepakati siapa yang harus menjadi pemimpin.
"Muhyiddin secara terbuka mengakui bahwa dia kehilangan dukungan mayoritas...mengundurkan dirilah sekarang," tulis anggota Parlemen oposisi Fahmi Fadzil di Twitter.
Banyak anggota Parlemen oposisi menuduh Muhyiddin memutarbalikkan konstitusi karena terserah raja untuk memutuskan.
"Upaya tak tahu malu untuk membeli anggota Parlemen oposisi dengan remah-remah," kecam Teresa Kok, salah satu anggota Parlemen oposisi.
Pengumuman Muhyiddin menandai putaran balik hanya seminggu setelah dia mengatakan kepada rakyat Malaysia bahwa dia yakin dia masih memiliki dukungan mayoritas dan akan menyerukan mosi percaya di Parlemen pada bulan September.
Setidaknya delapan anggota Parlemen dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), partai terbesar dalam aliansi yang berkuasa, telah menandatangani deklarasi penarikan dukungan mereka kepada pemerintah, yang cukup untuk menyebabkan keruntuhannya. Dua menteri UMNO telah mengundurkan diri dari kabinet.
Baca juga: Kedubes AS: Taliban Eksekusi Beberapa Tentara Afghanistan yang Menyerah
Di bawah konstitusi Malaysia, perdana menteri harus mengundurkan diri jika dia kehilangan dukungan mayoritas dan raja dapat menunjuk seorang pemimpin baru yang dia yakini mendapat kepercayaan dari Parlemen. Namun pihak oposisi dan UMNO terpecah dan tidak bisa menyepakati siapa yang harus menjadi pemimpin.
"Muhyiddin secara terbuka mengakui bahwa dia kehilangan dukungan mayoritas...mengundurkan dirilah sekarang," tulis anggota Parlemen oposisi Fahmi Fadzil di Twitter.
Banyak anggota Parlemen oposisi menuduh Muhyiddin memutarbalikkan konstitusi karena terserah raja untuk memutuskan.
"Upaya tak tahu malu untuk membeli anggota Parlemen oposisi dengan remah-remah," kecam Teresa Kok, salah satu anggota Parlemen oposisi.
Lihat Juga :