Kubu PM Muhyiddin Menolak Lengser, Raja Malaysia Bakal Tunjuk PM Baru?
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 09:12 WIB
loading...
A
A
A
“Saya kira secara umum sikap partai-partai PN akan terus memberikan dukungan kuat kepada Muhyiddin untuk terus memimpin negara sebagai Perdana Menteri dalam pemerintahan koalisi PN yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Free Malaysia Today, melaporkan ada spekulasi yang beredar bahwa Kabinet Pemerintah Muhyiddin akan membahas pembubaran Parlemen. Spekulasi muncul setelah PM Muhyiddin kehilangan mayoritas suara pendukung di Parlemen.
Jika pembubaran Parlemen terjadi, maka itu akan membuka jalan untuk pelaksanaan Pemilu ke-15.
Para pengacara konstitusi mengatakan tidak ada kewajiban bagi Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah untuk menerima nasihat apa pun tentang apa yang harus dilakukan setelahnya.
Baca juga: Taliban Mengamuk, AS Kerahkan 3.000 Tentara untuk Evakuasi Staf Kedutaan
Dominic Puthucheary dan Bastian Pius Vendargon keduanya setuju bahwa pembubaran Parlemen adalah kebijaksanaan Raja di bawah Konstitusi Federal. Dia dapat memutuskan tindakan selanjutnya jika Pemilu dianggap tidak bijaksana selama pandemi.
"Konstitusi kemudian memungkinkan Raja untuk memilih kandidat yang paling 'mungkin' untuk mendapat dukungan mayoritas," kata Puthucheary kepada Free Malaysia Today.
Sementara itu, Free Malaysia Today, melaporkan ada spekulasi yang beredar bahwa Kabinet Pemerintah Muhyiddin akan membahas pembubaran Parlemen. Spekulasi muncul setelah PM Muhyiddin kehilangan mayoritas suara pendukung di Parlemen.
Jika pembubaran Parlemen terjadi, maka itu akan membuka jalan untuk pelaksanaan Pemilu ke-15.
Para pengacara konstitusi mengatakan tidak ada kewajiban bagi Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah untuk menerima nasihat apa pun tentang apa yang harus dilakukan setelahnya.
Baca juga: Taliban Mengamuk, AS Kerahkan 3.000 Tentara untuk Evakuasi Staf Kedutaan
Dominic Puthucheary dan Bastian Pius Vendargon keduanya setuju bahwa pembubaran Parlemen adalah kebijaksanaan Raja di bawah Konstitusi Federal. Dia dapat memutuskan tindakan selanjutnya jika Pemilu dianggap tidak bijaksana selama pandemi.
"Konstitusi kemudian memungkinkan Raja untuk memilih kandidat yang paling 'mungkin' untuk mendapat dukungan mayoritas," kata Puthucheary kepada Free Malaysia Today.
Lihat Juga :