Helikopter Turis Rusia Jatuh di Danau, 8 Orang Dikhawatirkan Tewas
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 05:29 WIB
loading...
A
A
A
Tim penyelamat dan penyelam dikirim ke tempat kejadian tetapi mereka tidak memiliki peralatan yang diperlukan untuk mulai bekerja di kedalaman itu.
Solodov mengatakan pihak berwenang beralih ke Kementerian Pertahanan, yang mengirim peralatan bawah air yang diperlukan.
"Robot akan mempelajari dasar Danau Kuril di lokasi kecelakaan," ujar gubernur.
Menceritakan kecelakaan dan operasi penyelamatan berikutnya, inspektur satwa liar mengatakan jarak pandang di danau tidak lebih dari 100 meter. Dia menambahkan bahwa mereka mendengar helikopter tetapi tidak dapat melihatnya.
Ketika staf cadangan mendengar "ledakan" yang keras, mereka mengirim dua perahu motor dengan empat inspektur, yang mencapai tempat kejadian dalam waktu sekitar tiga hingga empat menit.
"Delapan orang berada di permukaan, yang segera kami angkat," ujar inspektur Yevgeny Denges.
“Para inspektur mencari korban selamat lainnya tetapi tidak dapat menemukan siapa pun,” papar tambah Denges.
Mengutip para penyintas, pihak cagar alam mengatakan helikopter mulai tenggelam terlebih dahulu dan para penumpang berhasil berenang ke permukaan dari kedalaman delapan hingga sembilan meter.
"Suhu air di danau tidak lebih dari 5-6 derajat (Celcius), tidak mungkin untuk tetap di dalamnya untuk waktu yang lama," ungkap pihak cagar alam.
Para turis itu berasal dari kota kedua Rusia, Saint Petersburg.
Salah satu korban selamat, Viktor Strelkin, mengatakan pada saat kecelakaan dia sedang tidur dan terbangun ketika aliran air mengenai wajahnya.
“Putra teman saya duduk di sebelah saya. Dia diikat dengan sabuk pengaman dan saya tidak punya waktu untuk menariknya keluar karena saya bangun terlambat,” papar Strelkin dalam pernyataan yang dirilis pihak berwenang.
Solodov mengatakan pihak berwenang beralih ke Kementerian Pertahanan, yang mengirim peralatan bawah air yang diperlukan.
"Robot akan mempelajari dasar Danau Kuril di lokasi kecelakaan," ujar gubernur.
Menceritakan kecelakaan dan operasi penyelamatan berikutnya, inspektur satwa liar mengatakan jarak pandang di danau tidak lebih dari 100 meter. Dia menambahkan bahwa mereka mendengar helikopter tetapi tidak dapat melihatnya.
Ketika staf cadangan mendengar "ledakan" yang keras, mereka mengirim dua perahu motor dengan empat inspektur, yang mencapai tempat kejadian dalam waktu sekitar tiga hingga empat menit.
"Delapan orang berada di permukaan, yang segera kami angkat," ujar inspektur Yevgeny Denges.
“Para inspektur mencari korban selamat lainnya tetapi tidak dapat menemukan siapa pun,” papar tambah Denges.
Mengutip para penyintas, pihak cagar alam mengatakan helikopter mulai tenggelam terlebih dahulu dan para penumpang berhasil berenang ke permukaan dari kedalaman delapan hingga sembilan meter.
"Suhu air di danau tidak lebih dari 5-6 derajat (Celcius), tidak mungkin untuk tetap di dalamnya untuk waktu yang lama," ungkap pihak cagar alam.
Para turis itu berasal dari kota kedua Rusia, Saint Petersburg.
Salah satu korban selamat, Viktor Strelkin, mengatakan pada saat kecelakaan dia sedang tidur dan terbangun ketika aliran air mengenai wajahnya.
“Putra teman saya duduk di sebelah saya. Dia diikat dengan sabuk pengaman dan saya tidak punya waktu untuk menariknya keluar karena saya bangun terlambat,” papar Strelkin dalam pernyataan yang dirilis pihak berwenang.
Lihat Juga :