Taiwan Batalkan Proyek 60 Kapal Serbu karena Tak Mampu Melawan China

Selasa, 10 Agustus 2021 - 13:46 WIB
loading...
A A A
Menurut rencana awal, ukuran kecil dan keserbagunaan kapal—masing-masing dilengkapi dengan dua rudal Hsiung Feng-2 (Brave Wind-2)—memungkinkan penyembunyian yang mudah di sepanjang pantai Taiwan, menyediakan baterai rudal mobile untuk pertahanan pulau itu. Mereka dapat ditempatkan di pelabuhan perikanan, teluk dan muara sungai.

Setelah Lee pensiun pada tahun 2019, proyek tersebut ditunda, kabarnya karena ketidaksepakatan oleh beberapa pejabat senior militer serta rencana kementerian untuk membeli sebanyak 100 Sistem Pertahanan Pesisir Harpoon dari Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan itu, senilai USD2,4 miliar, telah disetujui oleh mantan presiden AS Donald Trump pada Oktober dan akan mencakup 400 rudal Harpoon berbasis darat, yang dapat diluncurkan dari peluncur seluler darat.

Media berita lokal mengatakan pada hari Senin pembatalan proyek menelan biaya setidaknya NTD200 juta dana yang dihabiskan untuk desain dan pengembangan prototipe kapal.

Baca juga: Kapal Selam Serangan Nuklir China Kuntit Kapal Induk Inggris di Pasifik

Namun Angkatan Laut mengatakan penelitian dan pengembangan tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk proyek kapal di masa depan dan tidak membuang-buang dana pemerintah.

Kementerian Pertahanan dilaporkan telah mulai memproduksi massal korvet rudal kelas Tuo Jiang untuk meningkatkan kekuatan perang asimetris militer pulau itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Mutasi TNI: Marsdya...
Mutasi TNI: Marsdya M. Khairil Lubis Jabat Dansesko TNI, Marsda Muzafar Jadi Pangkogabwilhan II
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Berita Terkini
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Infografis
Kapal Selam China makin...
Kapal Selam China makin Canggih, Mampu Menonaktifkan Starlink
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved