Kapal Induk Nuklir AS Jalani Tes Kejut dengan Bom 40.000 Pon untuk Ke-3 Kalinya
Selasa, 10 Agustus 2021 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Ford adalah kapal induk terbaru di Angkatan Laut AS, mewakili desain ulang besar pertama sejak 1960-an. Ditugaskan empat tahun lalu, kata Angkatan Laut, kapal induk ini pada akhirnya akan menjadi rumah bagi sekitar 4.500 awak dan 75 pesawat dan mampu melaju 30 knot-plus dari reaktor nuklir gandanya.
Kapal ini dibangun untuk menghormati Presiden ke-38 Amerika Serikat.
Uji coba kejut dirancang untuk memvalidasi kemampuan kapal untuk mempertahankan operasi di lingkungan pertempuran simulasi menggunakan persenjataan hidup. Selama evolusi pengujian empat bulannya, Ford bertahan dari dampak tiga ledakan bom bawah air seberat 40.000 pon yang dilepaskan pada jarak yang semakin dekat ke kapal.
Menurut Metcalf, tujuan dari tes ini juga untuk memastikan bahwa sistem tempur kapal induk akan bekerja seperti yang dirancang dalam pertempuran. "Tes yang dilakukan hari Minggu dan sebelumnya membuktikan kepada kru, cukup dramatis bahwa kapal akan mampu bertahan dari guncangan hebat dan terus beroperasi dalam kondisi ekstrem," ujarnya.
Baca juga: Kapal Selam Serangan Nuklir China Kuntit Kapal Induk Inggris di Pasifik
Sebelum setiap ledakan, tim Angkatan Laut memberi tahu pelaut dan kapal komersial untuk menghindari area uji coba, dengan protokol untuk memastikan keselamatan militer dan warga sipil yang berpartisipasi dalam operasi tersebut.
Kapal ini dibangun untuk menghormati Presiden ke-38 Amerika Serikat.
Uji coba kejut dirancang untuk memvalidasi kemampuan kapal untuk mempertahankan operasi di lingkungan pertempuran simulasi menggunakan persenjataan hidup. Selama evolusi pengujian empat bulannya, Ford bertahan dari dampak tiga ledakan bom bawah air seberat 40.000 pon yang dilepaskan pada jarak yang semakin dekat ke kapal.
Menurut Metcalf, tujuan dari tes ini juga untuk memastikan bahwa sistem tempur kapal induk akan bekerja seperti yang dirancang dalam pertempuran. "Tes yang dilakukan hari Minggu dan sebelumnya membuktikan kepada kru, cukup dramatis bahwa kapal akan mampu bertahan dari guncangan hebat dan terus beroperasi dalam kondisi ekstrem," ujarnya.
Baca juga: Kapal Selam Serangan Nuklir China Kuntit Kapal Induk Inggris di Pasifik
Sebelum setiap ledakan, tim Angkatan Laut memberi tahu pelaut dan kapal komersial untuk menghindari area uji coba, dengan protokol untuk memastikan keselamatan militer dan warga sipil yang berpartisipasi dalam operasi tersebut.
Lihat Juga :