Raisi Dilantik Jadi Presiden Iran di Depan Pejabat 73 Negara
Kamis, 05 Agustus 2021 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Tidak jelas apakah dia akan melakukan pendekatan yang lebih damai di depan para pemimpin global atau apakah dia akan mempertahankan pendekatannya yang lebih konfrontatif terhadap Barat.
Pada hari Senin, juru bicara Parlemen Iran Seyyed Nezam Al-Din Mousavi telah mengumumkan bahwa 115 pejabat dari 73 negara akan menghadiri upacara pelantikan Raisi pada hari Kamis dan banyak dari mereka telah tiba pada Kamis pagi.
Dalam pidatonya pada hari Selasa, Khamenei mencoba untuk mengecilkan jumlah pemilih yang rendah, mengeklaim bahwa Iran memiliki transfer kekuasaan yang lebih sukses dan damai daripada negara lain.
Dia menuduh musuh asing berkonspirasi untuk menjauhkan pemilih dari tempat pemungutan suara tetapi berusaha menyelamatkan muka dengan mengatakan bahwa jumlah pemilih tetap cukup baik, mengingat keadaan sulit, termasuk krisis pandemi virus corona.
Baca juga: Balas Serangan Roket, Jet Tempur Israel Bombardir Lebanon
Khamenei mengabaikan fakta bahwa mayoritas pemilih yang memenuhi syarat memilih telah memboikot pemilihan presiden karena Dewan Wali telah mendiskualifikasi semua penantang serius Raisi.
Dengan lebih dari 60% suara, Raisi memenangkan pemilihan presiden 18 Juni–yang dianggap telah terganggu oleh diskualifikasi dari semua penantang yang signifikan, termasuk dua pejabat tinggi, seorang wakil presiden petahana, dan seorang mantan ketua parlemen, yang diyakini memiliki kesempatan nyata melawan dia pada saat itu.
Pada hari Senin, juru bicara Parlemen Iran Seyyed Nezam Al-Din Mousavi telah mengumumkan bahwa 115 pejabat dari 73 negara akan menghadiri upacara pelantikan Raisi pada hari Kamis dan banyak dari mereka telah tiba pada Kamis pagi.
Dalam pidatonya pada hari Selasa, Khamenei mencoba untuk mengecilkan jumlah pemilih yang rendah, mengeklaim bahwa Iran memiliki transfer kekuasaan yang lebih sukses dan damai daripada negara lain.
Dia menuduh musuh asing berkonspirasi untuk menjauhkan pemilih dari tempat pemungutan suara tetapi berusaha menyelamatkan muka dengan mengatakan bahwa jumlah pemilih tetap cukup baik, mengingat keadaan sulit, termasuk krisis pandemi virus corona.
Baca juga: Balas Serangan Roket, Jet Tempur Israel Bombardir Lebanon
Khamenei mengabaikan fakta bahwa mayoritas pemilih yang memenuhi syarat memilih telah memboikot pemilihan presiden karena Dewan Wali telah mendiskualifikasi semua penantang serius Raisi.
Dengan lebih dari 60% suara, Raisi memenangkan pemilihan presiden 18 Juni–yang dianggap telah terganggu oleh diskualifikasi dari semua penantang yang signifikan, termasuk dua pejabat tinggi, seorang wakil presiden petahana, dan seorang mantan ketua parlemen, yang diyakini memiliki kesempatan nyata melawan dia pada saat itu.
Lihat Juga :