Presiden Rouhani Akhirnya Akui Mossad Israel Curi Arsip Nuklir Iran
Selasa, 03 Agustus 2021 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2019, Netanyahu mengonfirmasi laporan bahwa dia telah memberi tahu Trump tentang rencana Mossad untuk melakukan operasi sebelumnya, serta asumsi bahwa keputusannya untuk mengungkapkan pencurian arsip adalah upaya untuk meyakinkan Amerika Serikat untuk keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran.
“Saya menyetujui operasi ini dengan keyakinan bahwa mengungkap rencana [Iran] akan membantu membujuk presiden Amerika Serikat untuk meninggalkan perjanjian nuklir berbahaya dengan Iran,” kata Netanyahu saat itu.
“Ketika saya bertemu [Trump] di Davos [pada Januari 2018], saya mengatakan kepadanya bahwa saya berencana mengirim orang-orang kami ke jantung Teheran untuk membawa kembali materi arsip.”
Netanyahu kala itu mengatakan dia “tidak ragu” bahwa operasi dan isi arsip nuklir itu adalah faktor kunci dalam keputusan Trump untuk meninggalkan kesepakatan nuklir Iran.
Pemerintahan pengganti Trump, Presiden Joe Biden, telah terlibat dalam negosiasi tidak langsung dengan Iran di Wina yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir itu.
Namun, kedua pihak belum membuat kemajuan yang signifikan dan kemungkinan akan menghadapi rintangan tambahan begitu Rouhani digantikan oleh Ebrahim Raisi yang lebih bergaris keras dalam beberapa hari ke depan.
“Saya menyetujui operasi ini dengan keyakinan bahwa mengungkap rencana [Iran] akan membantu membujuk presiden Amerika Serikat untuk meninggalkan perjanjian nuklir berbahaya dengan Iran,” kata Netanyahu saat itu.
“Ketika saya bertemu [Trump] di Davos [pada Januari 2018], saya mengatakan kepadanya bahwa saya berencana mengirim orang-orang kami ke jantung Teheran untuk membawa kembali materi arsip.”
Netanyahu kala itu mengatakan dia “tidak ragu” bahwa operasi dan isi arsip nuklir itu adalah faktor kunci dalam keputusan Trump untuk meninggalkan kesepakatan nuklir Iran.
Pemerintahan pengganti Trump, Presiden Joe Biden, telah terlibat dalam negosiasi tidak langsung dengan Iran di Wina yang bertujuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir itu.
Namun, kedua pihak belum membuat kemajuan yang signifikan dan kemungkinan akan menghadapi rintangan tambahan begitu Rouhani digantikan oleh Ebrahim Raisi yang lebih bergaris keras dalam beberapa hari ke depan.
(min)
Lihat Juga :