Judoka Saudi Dihujat karena Ladeni Judoka Israel dan Kalah Telak Pula
Selasa, 03 Agustus 2021 - 11:20 WIB
loading...
A
A
A
Judoka Aljazair Fethi Nourine adalah yang pertama mundur dari nomor 73kg putra dalam Olimpiade Tokyo 2020 setelah dia tahu bahwa dia harus menghadapi petarung Israel Tohar Butbul di babak kedua.
Ini adalah kedua kalinya atlet tersebut mundur dari pertarungan putaran kedua melawan petarung Israel, yang pertama adalah pada Kejuaraan Dunia 2019 di Jepang. Saat itu, dia menjelaskan bahwa itu untuk menunjukkan solidaritasnya dengan Palestina.
Setelah Nourine meninggalkan Olimpiade Tokyo 2020, IJF mencabut akreditasi Olimpiadenya, dengan menyatakan; "Tindakannya bertentangan dengan filosofi kami."
"Kami bekerja keras untuk mencapai Olimpiade...tetapi perjuangan Palestina lebih besar dari semua ini," kata Nourine, menyatakan keputusannya sebagai hal "final."
Dengan absennya Nourine, judoka Sudan; Mohamed Abdalrasool, yang secara otomatis memenuhi syarat untuk menghadapi Butbul, juga mengundurkan diri.
Pertandingan tersebut terjadi dua bulan setelah pemboman 11 hari Israel di Gaza, yang menewaskan sekitar 250 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, dan di mana menteri luar negeri Arab Saudi mengecam "pelanggaran mencolok" Israel terhadap hak-hak warga Palestina.
Ini adalah kedua kalinya atlet tersebut mundur dari pertarungan putaran kedua melawan petarung Israel, yang pertama adalah pada Kejuaraan Dunia 2019 di Jepang. Saat itu, dia menjelaskan bahwa itu untuk menunjukkan solidaritasnya dengan Palestina.
Setelah Nourine meninggalkan Olimpiade Tokyo 2020, IJF mencabut akreditasi Olimpiadenya, dengan menyatakan; "Tindakannya bertentangan dengan filosofi kami."
"Kami bekerja keras untuk mencapai Olimpiade...tetapi perjuangan Palestina lebih besar dari semua ini," kata Nourine, menyatakan keputusannya sebagai hal "final."
Dengan absennya Nourine, judoka Sudan; Mohamed Abdalrasool, yang secara otomatis memenuhi syarat untuk menghadapi Butbul, juga mengundurkan diri.
Pertandingan tersebut terjadi dua bulan setelah pemboman 11 hari Israel di Gaza, yang menewaskan sekitar 250 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, dan di mana menteri luar negeri Arab Saudi mengecam "pelanggaran mencolok" Israel terhadap hak-hak warga Palestina.
(min)
Lihat Juga :