Penyerangan Kantor PBB, Pemerintah Afghanistan Salahkan Taliban

Minggu, 01 Agustus 2021 - 09:44 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Taliban Masuk Ibu Kota Provinsi Helmand, Perang Sengit dengan Pasukan Afghanistan

Para ahli mengatakan posisi kelompok itu telah diperkuat oleh penarikan pasukan Amerika dan NATO. Penarikan itu sesuai dengan kesepakatan damai yang ditandatangani AS dan Taliban pada Februari 2020.

Pada bulan April, Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana untuk memulai penarikan terakhir pasukan Amerika, yang secara efektif mengakhiri perang terpanjang AS. Pernyataan Biden dibayangi oleh pernyataan yang dibuat oleh Jenderal Kenneth “Frank” McKenzie, kepala Komando Pusat Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa dia memiliki keraguan besar terhadap Taliban.

Pengumuman Biden disambut dengan skeptisisme dari para ahli, yang memperingatkan bahwa situasinya dapat dengan cepat lepas kendali di Afghanistan setelah pasukan AS dan NATO meninggalkan negara itu. Kenyataannya, situasi di Afghanistan mulai memburuk secara drastis bahkan sebelum tentara AS terakhir meninggalkan negara Asia Tengah itu.

Awal bulan ini pensiunan Jenderal Angkatan Darat David Petraeus, yang memimpin pasukan NATO di Afghanistan, mengatakan Gedung Putih akan menyesali keputusannya untuk menarik diri dari negara itu.

"Apa yang saya lihat sekarang menyedihkan adalah permulaan dari apa yang akan menjadi perang saudara yang cukup brutal, perpindahan etnis dan sektarian yang cukup besar, pembunuhan pejabat pemerintah, jutaan pengungsi membanjiri negara-negara lain, khususnya Pakistan. Kita akan melihat kembalinya al-Qaeda dan Negara Islam, meskipun saya tidak melihat ancaman keamanan domestik langsung bagi AS dalam hal itu," katanya kepada CNN.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Israel dan Rusia Masuk...
Israel dan Rusia Masuk Blacklist PBB terkait Kekerasan Seksual dalam Konflik, Zionis Murka
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved