Amerika Serikat Kembalikan 17.000 Artefak Kuno yang Dijarah ke Irak
Jum'at, 30 Juli 2021 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Kementeriannya mengidentifikasi artefak itu sebagai rekaman "pertukaran komersial selama periode Sumeria" serta beberapa yang secara historis menonjol, seperti tablet tanah liat berusia 3.500 tahun dengan urutan dari epik terkenal Gilgamesh.
Baca juga: Angkatan Laut AS Seret Pelaut Pelaku Pembakaran Kapal Perang ke Meja Hijau
Tablet itu, bersama artefak yang lain, disita Departemen Kehakiman AS pada 2019 setelah ditempatkan dua tahun sebelumnya di Museum Alkitab di Washington, yang mendokumentasikan dan menampilkan sejarah Alkitab kuno.
Tablet itu awalnya dibeli oleh pemilik dan pendiri museum, miliarder David Green yang juga memiliki jaringan toko Hobby Lobby, senilai USD1,67 juta pada 2014, setelah diselundupkan ke AS pada 2003 oleh dealer yang membelinya dari pedagang barang antik asal Yordania di London.
Artefak lainnya diperdagangkan secara ilegal oleh para dealer di Israel dan Uni Emirat Arab, membentuk jaringan besar penyelundup di pasar barang antik bawah tanah yang mencirikan nasib arkeologi wilayah Mesopotamia.
Benda-benda arkeologi itu telah dijarah selama beberapa dekade ketidakstabilan dan konflik di Irak dan sekitarnya.
Baca juga: Angkatan Laut AS Seret Pelaut Pelaku Pembakaran Kapal Perang ke Meja Hijau
Tablet itu, bersama artefak yang lain, disita Departemen Kehakiman AS pada 2019 setelah ditempatkan dua tahun sebelumnya di Museum Alkitab di Washington, yang mendokumentasikan dan menampilkan sejarah Alkitab kuno.
Tablet itu awalnya dibeli oleh pemilik dan pendiri museum, miliarder David Green yang juga memiliki jaringan toko Hobby Lobby, senilai USD1,67 juta pada 2014, setelah diselundupkan ke AS pada 2003 oleh dealer yang membelinya dari pedagang barang antik asal Yordania di London.
Artefak lainnya diperdagangkan secara ilegal oleh para dealer di Israel dan Uni Emirat Arab, membentuk jaringan besar penyelundup di pasar barang antik bawah tanah yang mencirikan nasib arkeologi wilayah Mesopotamia.
Benda-benda arkeologi itu telah dijarah selama beberapa dekade ketidakstabilan dan konflik di Irak dan sekitarnya.
Lihat Juga :