Lavrov: Barat Coba Ciptakan Sabuk Kekacauan di Sekitar Rusia
Jum'at, 23 Juli 2021 - 19:01 WIB
loading...
Peserta protes oposisi Ultimatum Rakyat di Minsk. Foto/sputnik
A
A
A
MOSKOW - Barat sedang mencoba membentuk sabuk kekacauan di sekitar Rusia , menggunakan Belarusia dan Moldova secara khusus.
Pernyataan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov pada Jumat (23/7).
"Tentu saja, mereka menjadi palsu. Semua ini harus diperhitungkan. Mereka mencoba membentuk sabuk ketidakstabilan di sekitar kita, memaksa tetangga terdekat kita, saudara-saudara kita untuk membuat pilihan 'apakah Anda dengan Barat, atau Anda bersama Federasi Rusia'. Mereka ingin menguasai wilayah di sekitar negara kita baik secara militer maupun ekonomi dan mengepung kita dengan pagar sanitasi," papar Lavrov pada konferensi online yang diselenggarakan partai politik Rusia Bersatu.
Baca juga: Indonesia Disebut akan Beli Lebih Banyak Jet Latih KAI T-50 dari Korea Selatan
Menurut dia, kebijakan ini digunakan di Ukraina, “Dan dalam beberapa bulan terakhir, Barat mencoba menguji metode kudeta di Belarusia, dengan Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa juga meluncurkan perjuangan geopolitik untuk Moldova.”
Pernyataan itu diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov pada Jumat (23/7).
"Tentu saja, mereka menjadi palsu. Semua ini harus diperhitungkan. Mereka mencoba membentuk sabuk ketidakstabilan di sekitar kita, memaksa tetangga terdekat kita, saudara-saudara kita untuk membuat pilihan 'apakah Anda dengan Barat, atau Anda bersama Federasi Rusia'. Mereka ingin menguasai wilayah di sekitar negara kita baik secara militer maupun ekonomi dan mengepung kita dengan pagar sanitasi," papar Lavrov pada konferensi online yang diselenggarakan partai politik Rusia Bersatu.
Baca juga: Indonesia Disebut akan Beli Lebih Banyak Jet Latih KAI T-50 dari Korea Selatan
Menurut dia, kebijakan ini digunakan di Ukraina, “Dan dalam beberapa bulan terakhir, Barat mencoba menguji metode kudeta di Belarusia, dengan Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa juga meluncurkan perjuangan geopolitik untuk Moldova.”
Lihat Juga :