Pakar Militer: AS Tak Punya Peluang Lindungi Taiwan dari Invasi China

Jum'at, 23 Juli 2021 - 04:33 WIB
loading...
A A A
Selat berombak yang memisahkan kedua tetangga itu alaminya hanya selebar 70 mil pada titik tersempitnya. Pulau-pulau terpencil Taiwan Kinmen juga terletak hanya 3 mil dari pelabuhan China Xiamen di provinsi Fujian.

Sementara pandangan dari Beijing menunjukkan PLA mampu melakukan serangan cepat dan tanpa pemberitahuan, analis militer di AS dan Taiwan memperkirakan hasil seperti itu jauh dari konklusif.

Pengamat China mengatakan setiap invasi ke Taiwan akan membutuhkan persiapan amfibi yang ekstensif, termasuk gerakan pasukan yang disengaja yang akan berfungsi sebagai indikator tepat waktu untuk intelijen militer di Taipei, dan mungkin juga AS.

Sementara kemungkinan intervensi AS tetap ada, ada juga kemungkinan tindakan oleh Jepang, yang dapat menemukan dirinya terlibat dalam konflik dalam kapasitasnya sebagai sekutu perjanjian Amerika. Sebelumnya pada bulan Juli, Wakil Perdana Menteri Jepang Taro Aso mengisyaratkan bahwa invasi China ke Taiwan dapat menimbulkan "ancaman eksistensial" bagi kelangsungan hidup Jepang sendiri, yang memerlukan pertahanan kolektif pulau itu dengan pasukan AS.

Baca juga: Bersama AS, Jepang Siap Bela Taiwan Jika Diserang China

Selain itu, AS memiliki sekitar 50.000 tentara yang dikerahkan ke depan di Jepang, sebagian besar di Okinawa.

Namun terlepas dari suasana tegang dan ancaman perang, para analis mengatakan tidak ada indikasi bahwa China sedang mempersiapkan serangan dalam waktu dekat. Mereka mengatakan Beijing tidak mungkin mengambil risiko sebesar itu sebelum 2022, ketika China menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin dan Presiden China Xi Jinping mencari masa jabatan ketiga pada musim gugur.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Israel Tangkap Mufti...
Israel Tangkap Mufti Agung Yerusalem Sheikh Hussein, Larang Masuk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Rapor Merah Lionel Messi...
Rapor Merah Lionel Messi saat Jadi Algojo Penalti
Jayden Adams Tutup Usia,...
Jayden Adams Tutup Usia, Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Penampilan Terakhir
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Berita Terkini
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved