Diduga Agen UEA, Ketua Pelantikan Donald Trump Ditangkap

Rabu, 21 Juli 2021 - 17:39 WIB
loading...
Diduga Agen UEA, Ketua...
Ketua pelantikan Donald Trump, Thomas Barrack, ditangkap atas tuduhan bekerja sebagai agen dari Uni Emirat Arab (UEA). Foto/Newsweek
A A A
WASHINGTON - Miliarder California yang mengorganisir pelantikan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2017 lalu, Thomas Barrack, ditangkap atas tuduhan ia secara tidak sah mempengaruhi posisi kebijakan luar negeri tim kampanye dan pemerintah untuk memajukan kepentingan Uni Emirat Arab (UEA).

Dalam tujuh dakwaan grand jury, yang tidak disegel di pengadilan federal New York, Barrack (74) dan dua lainnya yaitu Matthew Grimes (27) dari Colorado dan Rashid Sultan Rashid Al Malik Al-Shahi (43) warga negara UEA dituduh bertindak dan berkonspirasi untuk bertindak sebagai agen UEA antara April 2016 dan April 2018, tetapi tanpa mendaftar sebagai agen asing. Barrack juga didakwa dengan menghalangi keadilan dan membuat beberapa pernyataan palsu kepada agen penegak hukum federal.

"Ketiganya bertindak untuk memajukan kepentingan Uni Emirat Arab (UEA) di Amerika Serikat atas arahan pejabat senior UEA dengan mempengaruhi posisi kebijakan luar negeri dari kampanye seorang kandidat dalam pemilihan presiden AS 2016 dan, selanjutnya, posisi kebijakan luar negeri pemerintah AS dalam pemerintahan yang akan datang, serta berusaha mempengaruhi opini publik demi kepentingan UEA," kata Departemen Kehakiman AS seperti dikutip dari NBC News, Rabu (21/7/2021).

Siapa pun yang bertindak atas nama pemerintah asing di AS diwajibkan oleh hukum federal untuk mendaftar sebagai agen asing di Departemen Kehakiman. Kegagalan untuk melakukannya merupakan kejahatan, dan seperti yang dikatakan seorang pejabat FBI pada hari Selasa, tindakan tersebut merupakan "upaya rahasia" untuk mempengaruhi pejabat tertinggi negara.

Baca juga: Pasukan AS Hampir Invasi Nigeria di Bawah Presiden Trump

"Para terdakwa berulang kali memanfaatkan persahabatan Barrack dan akses ke kandidat yang akhirnya terpilih sebagai presiden, serta aksesnya ke pejabat tinggi kampanye dan pemerintah," kata Penjabat Asisten Jaksa Agung Mark Lesko dari Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman AS, merujuk kepada Trump dan para pembantu utamanya.

"Perilaku yang dituduhkan dalam dakwaan tidak lain adalah pengkhianatan terhadap para pejabat di Amerika Serikat, termasuk mantan Presiden," tegasnya.

Surat dakwaan mengatakan Barrack, teman lama Trump, menggunakan persahabatan itu untuk memasukkan bahasa ke dalam pidato energi kandidat presiden saat itu pada tahun 2016 tentang pentingnya bekerja dengan "sekutu Teluk kami" atas perintah pejabat Emirat. Setelah pemilihan, dan ketika dia menjadi ketua komite pelantikan Trump, Barrack diminta oleh para pejabat untuk informasi tentang pilihan Trump untuk memimpin Departemen Luar Negeri, CIA dan Departemen Pertahanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
AS Incar Tuan Rumah...
AS Incar Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Tegang! Pesawat-Pesawat...
Tegang! Pesawat-Pesawat Militer AS Gentayangan di Sekitar Iran
Rekomendasi
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Sangkal Mengundurkan Diri
Mengenang Rachmat Gobel,...
Mengenang Rachmat Gobel, Zulkifli Hasan: Indonesia Kehilangan Sosok Pejuang
Haaland Soroti VAR 3...
Haaland Soroti VAR 3 Menit saat Mbappe Gagal Penalti Lawan Maroko
Berita Terkini
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved