Pasukan AS Hampir Invasi Nigeria di Bawah Presiden Trump

Selasa, 20 Juli 2021 - 22:36 WIB
loading...
A A A
Menurut buku itu, Patel bukanlah sosok yang tugasnya menghubungi pemerintah negara lain untuk memberi tahu mereka tentang operasi di wilayah mereka. Namun, menurut buku tersebut, proses penugasan seperti itu telah rusak di bulan-bulan terakhir masa jabatan Presiden Donald Trump .

Buku itu mengklaim Trump memberikan persetujuan untuk aksi militer tersebut saat Menteri Luar Negeri Mike Pompeo berada di luar negeri, penasihat keamanan nasional Robert O'Brien berada di luar kota, dan Menteri Pertahanan Mark Esper belum membahas masalah tersebut dengan presiden. Dalam kebingungan berikutnya, Patel dilaporkan "meyakinkan" pejabat senior yang terlibat dalam proses bahwa pemerintah Nigeria telah diberitahu.

“Misi itu harus dihentikan sampai pemerintah Nigeria menandatangani. Pasukan Amerika hampir saja melakukan invasi teknis ke negara asing,” tulis para penulis buku tersebut seperti dikutip dari The Independent, Selasa (20/7/2021).

I Alone Can Fix It: Donald J. Trump's Catastrophic Final Year dirilis pada 20 Juli, diterbitkan oleh Bloomsbury.

Patel menolak untuk membahas peristiwa Halloween ketika dihubungi oleh penulis buku. Menurut buku itu, misi pada 31 Oktober itu berjalan berhasil, yang menyebabkan kematian banyak militan, sementara penyelamatan Walton dilaporkan oleh outlet berita tahun lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Trauma Kematian Anak,...
Trauma Kematian Anak, Tamara Tyasmara Tutup Hati untuk Pacar Baru: Sekarang Harus Selektif!
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved