Rezim Kim Jong-un Ancam Eksekusi Warga Korut Pengguna Bahasa Gaul Korsel
Senin, 19 Juli 2021 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Yang Moo-Jin, profesor di University of North Korean Studies, mengatakan kepada Korean Herald: "Kim sangat menyadari bahwa K-pop atau budaya Barat dapat dengan mudah meresap ke dalam generasi muda."
"Dia tahu bahwa aspek budaya ini dapat membebani sistem. Jadi dengan menghapusnya, Kim mencoba mencegah masalah lebih lanjut di masa depan," ujarnya.
Baca juga: Inggris Cabut Lockdown COVID-19, Kelab-kelab Malam Siap Berpesta
Rezim Kim Jong-un selama ini menekan budaya asing yang dia yakini merusak pakaian, gaya rambut, pidato, perilaku orang Korea Utara.
Pada Desember lalu, negara komunis itu memperkenalkan undang-undang baru di mana siapa pun yang menonton atau memiliki hiburan dari Korea Selatan akan dikirim ke kamp kerja paksa selama 15 tahun.
Siapa pun yang tertangkap menyelundupkan video musik, pertunjukan, atau film ke negara komunis itu dapat menghadapi hukuman mati. Mereka yang berbicara, menulis, atau menyanyi dengan gaya Korea Selatan juga menghadapi dua tahun kerja paksa.
"Dia tahu bahwa aspek budaya ini dapat membebani sistem. Jadi dengan menghapusnya, Kim mencoba mencegah masalah lebih lanjut di masa depan," ujarnya.
Baca juga: Inggris Cabut Lockdown COVID-19, Kelab-kelab Malam Siap Berpesta
Rezim Kim Jong-un selama ini menekan budaya asing yang dia yakini merusak pakaian, gaya rambut, pidato, perilaku orang Korea Utara.
Pada Desember lalu, negara komunis itu memperkenalkan undang-undang baru di mana siapa pun yang menonton atau memiliki hiburan dari Korea Selatan akan dikirim ke kamp kerja paksa selama 15 tahun.
Siapa pun yang tertangkap menyelundupkan video musik, pertunjukan, atau film ke negara komunis itu dapat menghadapi hukuman mati. Mereka yang berbicara, menulis, atau menyanyi dengan gaya Korea Selatan juga menghadapi dua tahun kerja paksa.
Lihat Juga :