Bandingkan Trump dengan Hitler, Jenderal Top AS Sebut Trump Rancang Kudeta
Jum'at, 16 Juli 2021 - 04:01 WIB
loading...
A
A
A
Milley pada awal tahun itu telah menolak keinginan Trump memanggil pasukan reguler untuk menghadapi protes Black Lives Matter di beberapa kota.
Rencana pengerahan pasukan reguler itu membuatnya sangat curiga terhadap motivasi Trump, terutama setelah pemilu, ketika Trump mulai mengganti para pejabat tinggi, termasuk di Pentagon, dengan para loyalis dekat meskipun dia hanya memiliki beberapa pekan tersisa di kantor.
"Milley mengatakan kepada stafnya bahwa dia yakin Trump memicu kerusuhan, mungkin dengan harapan ada alasan untuk menerapkan Undang-Undang Pemberontakan dan memanggil militer," papar buku itu.
Dalam pernyataan, Trump mengulangi klaimnya yang tidak berdasar tentang kecurangan pemilu tetapi membantah mengancam akan melakukan kudeta.
Dia mencemooh Milley sebagai seseorang yang mencari bantuan dari "kiri radikal."
"Jika saya akan melakukan kudeta, salah satu orang terakhir yang saya ingin melakukan bersamanya adalah Jenderal Mark Milley," papar Trump.
Rencana pengerahan pasukan reguler itu membuatnya sangat curiga terhadap motivasi Trump, terutama setelah pemilu, ketika Trump mulai mengganti para pejabat tinggi, termasuk di Pentagon, dengan para loyalis dekat meskipun dia hanya memiliki beberapa pekan tersisa di kantor.
"Milley mengatakan kepada stafnya bahwa dia yakin Trump memicu kerusuhan, mungkin dengan harapan ada alasan untuk menerapkan Undang-Undang Pemberontakan dan memanggil militer," papar buku itu.
Dalam pernyataan, Trump mengulangi klaimnya yang tidak berdasar tentang kecurangan pemilu tetapi membantah mengancam akan melakukan kudeta.
Dia mencemooh Milley sebagai seseorang yang mencari bantuan dari "kiri radikal."
"Jika saya akan melakukan kudeta, salah satu orang terakhir yang saya ingin melakukan bersamanya adalah Jenderal Mark Milley," papar Trump.
(sya)
Lihat Juga :