Reporter Kriminal Terkenal Belanda De Vries Tewas Sepekan Setelah Ditembak
Jum'at, 16 Juli 2021 - 02:01 WIB
loading...
A
A
A
Pada 2018, seorang jurnalis Slovakia dan pacarnya ditembak mati di rumah, seperti juga seorang reporter Yunani, di dekat rumahnya, pada April.
Dalam penghormatannya kepada De Vries, Rutte berkata, "Tindakan pengecut ini tidak bisa dibiarkan begitu saja."
Menteri Kehakiman Belanda Ferd Grapperhaus mengatakan penyelidikan akan memeriksa apakah pemerintah telah memberi wartawan keamanan yang layak.
De Vries memenangkan Emmy Award internasional dalam kategori masalah saat ini pada 2008 untuk karyanya menyelidiki hilangnya remaja AS Natalee Holloway pada 2005 di Aruba.
Di rumah, dia dikenal karena karyanya dalam banyak kasus, termasuk penculikan tahun 1983 terhadap raja bir Freddy Heineken.
Pada 2013 Willem Holleeder, salah satu penculik Heineken, dihukum karena membuat ancaman terhadap De Vries, yang telah membantu polisi dalam kasus pembunuhan yang akhirnya menyebabkan hukuman seumur hidup untuk Holleeder.
Pada 2019, Ridouan Taghi, yang saat ini diadili karena pembunuhan dan perdagangan narkoba, mengambil langkah yang tidak biasa dengan membuat pernyataan publik yang menyangkal laporan bahwa dia telah mengancam akan membunuh De Vries.
Dalam penghormatannya kepada De Vries, Rutte berkata, "Tindakan pengecut ini tidak bisa dibiarkan begitu saja."
Menteri Kehakiman Belanda Ferd Grapperhaus mengatakan penyelidikan akan memeriksa apakah pemerintah telah memberi wartawan keamanan yang layak.
De Vries memenangkan Emmy Award internasional dalam kategori masalah saat ini pada 2008 untuk karyanya menyelidiki hilangnya remaja AS Natalee Holloway pada 2005 di Aruba.
Di rumah, dia dikenal karena karyanya dalam banyak kasus, termasuk penculikan tahun 1983 terhadap raja bir Freddy Heineken.
Pada 2013 Willem Holleeder, salah satu penculik Heineken, dihukum karena membuat ancaman terhadap De Vries, yang telah membantu polisi dalam kasus pembunuhan yang akhirnya menyebabkan hukuman seumur hidup untuk Holleeder.
Pada 2019, Ridouan Taghi, yang saat ini diadili karena pembunuhan dan perdagangan narkoba, mengambil langkah yang tidak biasa dengan membuat pernyataan publik yang menyangkal laporan bahwa dia telah mengancam akan membunuh De Vries.
(sya)
Lihat Juga :