Horor, 52 Orang Hangus Terbakar dalam Kebakaran Pabrik Bangladesh

Jum'at, 09 Juli 2021 - 19:09 WIB
loading...
Horor, 52 Orang Hangus...
Gedung pabrik terbakar di pinggiran Dhaka, Bangladesh, 9 Juli 2021. Foto/REUTERS
A A A
DHAKA - Sebanyak 52 mayat ditemukan dari puing-puing setelah kebakaran terjadi di satu pabrik makanan dan minuman di dekat ibukota Bangladesh , Dhaka.

Lebih banyak orang dikhawatirkan hilang dalam kebakaran yang terus berkobar itu.

Kebakaran dimulai di lantai dasar satu gedung bertingkat di kawasan industri sekitar 20 kilometer dari Dhaka pada Kamis malam.

Baca juga: Inilah Anggota Unit Komando Bersenjata Lengkap Tersangka Pembunuh Presiden Haiti

Sumber api berasal dari fasilitas yang memproduksi mie dan minuman milik Hashem Food and Beverage.

Baca juga: Stasiun Kereta Bawah Tanah New York City Banjir, Penumpang Panik

“Pada Jumat pagi, api masih mengamuk,” ungkap petugas pemadam kebakaran kepada media setempat.

Baca juga: Taliban Kontrol Penuh Perlintasan Perbatasan Utama Afghanistan dan Iran

Menurut laporan terbaru dari media lokal, petugas penyelamat mengkonfirmasi 52 mayat telah ditarik dari puing-puing.

Mereka mengatakan pencarian berlanjut, karena lebih banyak orang dikhawatirkan terjebak di dalam gedung.

Banyak yang terluka saat mereka melompat dari lantai atas karena putus asa untuk menghindari kobaran api.

Sekitar dua lusin orang diselamatkan dari atap oleh petugas pemadam kebakaran.

Pejabat setempat mengatakan mereka sedang mengumpulkan informasi terkait kebakaran tersebut.

"Tidak jelas berapa banyak pekerja yang terjebak," papar laporan Reuters. Penyebab kebakaran belum diketahui.

Kecelakaan maut seperti itu biasa terjadi di negara Asia Selatan tersebut.

Sebelumnya, gedung Rana Plaza, yang menampung pabrik garmen, runtuh pada 2013. Tragedi itu membuat sejarah suram karena membunuh lebih dari 1.100 orang.

Para pejabat berdalih telah berupaya meningkatkan keselamatan dan kondisi tenaga kerja.

Namun, menurut para aktivis, jutaan orang di Bangladesh masih tinggal dan bekerja di gedung-gedung yang tidak memiliki keamanan yang memadai, dan peraturan keselamatan dikatakan buruk di banyak pabrik.

Kebakaran pabrik paling mematikan di Bangladesh hingga saat ini terjadi pada 2012, menewaskan 117 orang.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
Pabrik Kembang Api China...
Pabrik Kembang Api China Meledak Tewaskan 21 Orang, Penampakannya Bak Medan Perang
Kebakaran Hebat Lumat...
Kebakaran Hebat Lumat Pangkalan Inggris yang Digunakan Pesawat AS Bombardir Iran
Markas Kebakaran dan...
Markas Kebakaran dan Bos Diduga Tewas, Yakuza Jepang Rapat Darurat
Lagi, Kapal Induk Nuklir...
Lagi, Kapal Induk Nuklir AS Dilanda Kebakaran, 3 Pelaut Terluka
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
Membaca Kode Keras dalam...
Membaca Kode Keras dalam 15 Beat yang Muncul saat Kerusuhan Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved