Presiden China Xi Jinping Sentil AS di Depan Parpol Seluruh Dunia
Rabu, 07 Juli 2021 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Xi memperbarui seruan untuk bekerja "membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia" dan mengatakan negara mana pun yang terlibat dalam "blokade teknologi" dan "pemisahan pembangunan" harus ditolak.
Diplomat China sering mengkritik Amerika Serikat karena diduga berusaha menghambat pembangunan China dengan memutus aksesnya ke teknologi AS.
Dalam pidatonya pekan lalu kepada audiens domestik di Lapangan Tiananmen Beijing, Xi mengatakan pasukan asing yang mencoba menggertak China maka "kepala mereka akan dibenturkan dengan darah ke Tembok Besar baja yang ditempa oleh lebih dari 1,4 miliar rakyat China".
Xi, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (PKC), pada hari Selasa berbicara di PKC dan KTT Partai Politik Dunia, salah satu dari banyak acara yang diadakan oleh Beijing untuk memperingati seratus tahun partai yang berkuasa.
Pertemuan virtual itu dimaksudkan untuk membantu komunitas internasional menyesuaikan diri lebih cepat dengan kebangkitan China. "Dan bagi Beijing untuk mendapatkan lebih banyak pengertian, dukungan, dan persahabatan", kata Guo Yezhou, Wakil Menteri Departemen Internasional, yang menyelenggarakan acara tersebut.
Diplomat China sering mengkritik Amerika Serikat karena diduga berusaha menghambat pembangunan China dengan memutus aksesnya ke teknologi AS.
Dalam pidatonya pekan lalu kepada audiens domestik di Lapangan Tiananmen Beijing, Xi mengatakan pasukan asing yang mencoba menggertak China maka "kepala mereka akan dibenturkan dengan darah ke Tembok Besar baja yang ditempa oleh lebih dari 1,4 miliar rakyat China".
Xi, yang juga Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (PKC), pada hari Selasa berbicara di PKC dan KTT Partai Politik Dunia, salah satu dari banyak acara yang diadakan oleh Beijing untuk memperingati seratus tahun partai yang berkuasa.
Pertemuan virtual itu dimaksudkan untuk membantu komunitas internasional menyesuaikan diri lebih cepat dengan kebangkitan China. "Dan bagi Beijing untuk mendapatkan lebih banyak pengertian, dukungan, dan persahabatan", kata Guo Yezhou, Wakil Menteri Departemen Internasional, yang menyelenggarakan acara tersebut.
Lihat Juga :