Kotanya Pernah Terlibat Perdagangan Budak, Walikota Amsterdam Minta Maaf

Jum'at, 02 Juli 2021 - 22:01 WIB
loading...
Kotanya Pernah Terlibat...
Patung menggambarkan perbudakan di masa lalu. Foto/anadolu
A A A
AMSTERDAM - Kota Amsterdam menjadi lembaga negara Belanda pertama yang meminta maaf secara resmi atas peran historis kota tersebut dalam perdagangan budak.

“Sudah waktunya mengukir ketidakadilan besar perbudakan kolonial ke dalam identitas kota kita. Dengan hati yang besar dan pengakuan tanpa syarat,” ungkap Walikota Femke Halsema saat upacara di Oosterpark.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Belanda Kajsa Ollongren juga menghadiri upacara Keti Koti, peringatan penghapusan perbudakan di bekas jajahan Suriname dan Antillen Belanda.

Baca juga: Gerakan Islam Cabang Utara Bangkit, Israel Ketakutan

Perwakilan partai DENK di dewan kota, Eduard Mangal, yang telah bertahun-tahun mengkampanyekan permintaan maaf, berpendapat permintaan maaf itu menjadi contoh bagi lembaga negara lainnya, termasuk pemerintah.

Baca juga: AS dan Inggris Bongkar Metode Peretasan oleh Mata-mata Rusia

Namun Numan Yilmaz, perwakilan Turki-Belanda dari DENK di dewan, mencatat pemerintah Belanda tidak ingin secara resmi mengakui peran negara itu dalam perdagangan budak.

Baca juga: Model Yaman yang Diculik Houthi Mencoba Bunuh Diri di Penjara

Menggarisbawahi bahwa perbudakan memainkan peran penting dalam tingkat kemakmuran Belanda saat ini, Yilmaz mengatakan pemerintah menghindari permintaan maaf resmi agar tidak membayar kompensasi.

Pada 2020, dua dari empat partai koalisi, D66 dan Christen Unie, mendesak pemerintah mengambil sikap, tetapi Perdana Menteri saat itu Mark Rutte mengatakan permintaan maaf resmi berisiko meningkatkan polarisasi.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Kapten Kapal Pesiar...
Kapten Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Bilang pada Penumpang: Pria yang Tewas Itu Tak Menular
Pria Pro-Nazi Hendak...
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Rob Jetten Dilantik...
Rob Jetten Dilantik sebagai PM Gay Pertama Belanda
Pejabat Belanda: Anda...
Pejabat Belanda: Anda Dapat Meretas Jet Tempur Siluman F-35, Sama seperti iPhone
Inilah Rob Jetten, Calon...
Inilah Rob Jetten, Calon PM Termuda Belanda yang Mengaku Gay
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut...
Nah, AS Tiba-Tiba Cabut Jatah Kuota Tiket untuk Suporter Iran di Piala Dunia
Rekomendasi
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Hasil Survei: Publik...
Hasil Survei: Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran, Dukung Program MBG dan KDKMP
Berita Terkini
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved