Erdogan Hingga Putin Ucapkan Selamat kepada Ebrahim Raisi

Minggu, 20 Juni 2021 - 14:33 WIB
loading...
Erdogan Hingga Putin...
Presiden terpilih Iran, Ebrahim Raisi. Foto/Atlantic Council
A A A
TEHERAN - Ucapan selamat langsung membanjiri Ebrahim Raisi yang terpilih sebagai presiden Iran. Mulai dari Presiden Turki, Recep Tayyep Erdogan , sejumlah negara Timur Tengah , hingga Presiden Rusia Vladimir Putin . Kelompokgerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas , juga turut mengucapkan selamat.

Ebrahim Raeisi, kepala peradilan ultra-konservatif, mengumpulkan 17,92 juta suara dalam pemilihan hari Jumat, mengalahkan tiga saingannya dengan kemenangan telak. Jumlah pemilih secara keseluruhan adalah 48,8%, atau terendah dalam sejarah Iran.

Baca juga: Ulama Ebrahim Raisi Menjadi Presiden Baru Iran

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengucapkan selamat kepada Ebrahim Raisi atas keberhasilannya dalam pemilihan presiden Iran.

Menurut pernyataan Direktorat Komunikasi Turki, Erdogan berharap hasil pemilu akan mengarah pada Iran yang lebih makmur. Ia juga berharap hubungan Turki-Iran akan semakin menguat selama masa kepresidenan Raisi, dengan mengatakan bahwa dia siap untuk bekerja sama.

Dia menambahkan bahwa dia akan dengan senang hati mengunjungi Iran untuk pertemuan masa depan Dewan Kerjasama Tingkat Tinggi setelah pandemi COVID-19 berakhir seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (20/6/2021).

Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin dengan cepat memberi selamat kepada Ebrahim Raisi. Ia pun menyoroti hubungan "tradisional ramah dan bertetangga baik" antara kedua negara.

“Hubungan antara negara kita secara tradisional bersahabat dan bertetangga baik. Saya berharap kegiatan Anda di jabatan tinggi ini akan berkontribusi pada pengembangan lebih lanjut kerja sama bilateral yang konstruktif di berbagai arah, serta kemitraan dalam urusan internasional. Ini sepenuhnya memenuhi kepentingan rakyat Rusia dan Iran, sejalan dengan penguatan keamanan dan stabilitas regional," kata Putin dalam sebuah pesan kepada Raisi, menurut Kremlin, yang dinukil dari US News.

Baca juga: Ebrahim Raisi: Presiden Iran Pertama yang Menjabat di Bawah Sanksi AS

Sementara itu para pemimpin Suriah, Irak, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA) juga mengirimkan pesan dukungan dan ucapan selamat yang serupa.

Sedangkan seorang juru bicara Hamas, kelompok militan Palestina yang memerintah Jalur Gaza, berharap akan "kemajuan dan kemakmuran" Iran.

Namun, kelompok hak asasi manusia mengatakan Raisi harus diselidiki karena kekejamannya.

"Sebagai kepala peradilan represif Iran, Raisi mengawasi beberapa kejahatan paling keji dalam sejarah Iran baru-baru ini, yang pantas diselidiki dan dipertanggungjawabkan daripada pemilihan jabatan tinggi," kata Michael Page dari Human Rights Watch seperti dikutip dari BBC.

Hal yang sama juga diungkapkan Agnes Callamard, Sekretaris Jenderal Amnesti International.

“Bahwa Ebrahim Raisi telah naik ke kursi kepresidenan alih-alih diselidiki atas kejahatan terhadap kemanusiaan pembunuhan, penghilangan paksa dan penyiksaan, adalah pengingat suram bahwa impunitas berkuasa di Iran. Kami terus menyerukan agar Ebrahim Raisi diselidiki atas keterlibatannya. dalam kejahatan masa lalu dan yang sedang berlangsung di bawah hukum internasional, termasuk oleh negara-negara yang menjalankan yurisdiksi universal," kata Callamard.

Baca juga: Raisi Presiden Baru Iran, Ahmadinejad Golput: 'Saya Tak Mau Ambil Bagian dalam Dosa Ini'
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved