Pilpres Iran Telah Dimulai, Ulama Garis Keras Diprediksi Menang
Jum'at, 18 Juni 2021 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
Pemilihan presiden ke-13 memungkinkan setiap warga negara Iran yang berusia di atas 18 tahun untuk memberikan suara. Namun, seruan boikot pemilu telah bergema di negara berpenduduk 83 juta jiwa itu.
Awalnya, ada tujuh kandidat untuk jabatan presiden di Iran. Namun, hanya empat yang terus bersaing untuk posisi itu. Mereka adalah hakim tinggi, Ebrahim Raisi; kepala Bank Sentral, Abdolnaser Hemmati; seorang anggota parlemen, Sayyid Ghazizadeh; dan kepala Dewan Kebijaksanaan Iran, Mohsen Rezaee.
Khamenei melalui Twitter telah menyerukan rakyat Iran untuk menggunakan hak pilihnya.
"Hari pemilihan adalah hari bangsa Iran. Rakyatlah yang menentukan masa depan negara untuk tahun-tahun mendatang melalui pemungutan suara. Apa pun yang dilakukan bangsa Iran hari ini akan membangun masa depan mereka dan menentukan nasib mereka untuk tahun-tahun mendatang," tulis Khamenei via akun Twitter-nya, @khamenei_ir.
Awalnya, ada tujuh kandidat untuk jabatan presiden di Iran. Namun, hanya empat yang terus bersaing untuk posisi itu. Mereka adalah hakim tinggi, Ebrahim Raisi; kepala Bank Sentral, Abdolnaser Hemmati; seorang anggota parlemen, Sayyid Ghazizadeh; dan kepala Dewan Kebijaksanaan Iran, Mohsen Rezaee.
Khamenei melalui Twitter telah menyerukan rakyat Iran untuk menggunakan hak pilihnya.
"Hari pemilihan adalah hari bangsa Iran. Rakyatlah yang menentukan masa depan negara untuk tahun-tahun mendatang melalui pemungutan suara. Apa pun yang dilakukan bangsa Iran hari ini akan membangun masa depan mereka dan menentukan nasib mereka untuk tahun-tahun mendatang," tulis Khamenei via akun Twitter-nya, @khamenei_ir.
(min)
Lihat Juga :