‘Malaikat Maut’ Protes Pembukaan Pantai di Tengah Pandemi Covid-19
Selasa, 26 Mei 2020 - 05:53 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi, ketika jumlah infeksi Covid-19 di AS terus meningkat dan penguncian wilayah yang dilakukan banyak negara membantu memperlambat penyebaran virus mematikan, Uhlfelder merasa dia harus mengatakan sesuatu.
"Saya khawatir tentang pandemi yang tidak terkendali dan membunuh banyak orang. Saya tidak bisa tidur di malam hari (jika saya tidak melakukan apa-apa)," katanya.
Dia mengaku mendapatkan banyak pengalaman yang tidak menyenangkan selama melakukan aksinya. Uhlfelder mengatakan, dia dicemooh di pantai, orang-orang mengambil foto dirinya, menyebutnya brengsek dan kata-kata kasar lainnya.
Namun, Uhlfelder mengatakan komentar itu tidak mengganggunya. Bahkan, dia mengaku tidak terlalu marah pada pengunjung pantai. Uhlfelder berempati dengan orang-orang yang ingin ekonomi dibuka kembali dan mendapatkan kehidupan kembali normal.
(Baca: Amalan di Bulan Syawal Berdasar Hadis Sahih, Dhaif, dan Palsu )
"Saya khawatir tentang pandemi yang tidak terkendali dan membunuh banyak orang. Saya tidak bisa tidur di malam hari (jika saya tidak melakukan apa-apa)," katanya.
Dia mengaku mendapatkan banyak pengalaman yang tidak menyenangkan selama melakukan aksinya. Uhlfelder mengatakan, dia dicemooh di pantai, orang-orang mengambil foto dirinya, menyebutnya brengsek dan kata-kata kasar lainnya.
Namun, Uhlfelder mengatakan komentar itu tidak mengganggunya. Bahkan, dia mengaku tidak terlalu marah pada pengunjung pantai. Uhlfelder berempati dengan orang-orang yang ingin ekonomi dibuka kembali dan mendapatkan kehidupan kembali normal.
(Baca: Amalan di Bulan Syawal Berdasar Hadis Sahih, Dhaif, dan Palsu )
Lihat Juga :