Inggris Respon Tinjauan Dagusta Soal Ekonomi Alam dan Keanekaragaman Hayati
Kamis, 17 Juni 2021 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia, jelasnya, seperti dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang diterima Sindonews pada Kamis (17/6/2021), adalah salah satu dari sedikit negara 'megadiverse' ayaunegara dengan keanekaragaman yang sangat besardi planet ini.
"Inggris dan Indonesia memiliki sejarah kerja sama yang hebat untuk melindungi alam dan lingkungan. Kita masing-masing dapat membuat lebih banyak kemajuan bersama dalam tantangan yang juga kita hadapi bersama, seperti yang diidentifikasi oleh Prof Dasgupta, dan kesimpulannya memberikan landasan yang kuat untuk tindakan di masa depan. Kami siap mendukung dan belajar dari upaya Indonesia di bidang ini serta berharap bisa saling bertukar pengalaman dengan Indonesia," ucap Owen.
Sementara itu Menteri Lingkungan Inggris George Eustice mengatakan, jika kita ingin mewujudkan aspirasi yang ditetapkan dalam tinjuaan Dasgupta untuk menyeimbangkan kembali hubungan manusia dengan alam, maka diperlukan kebijakan yang akan melindungi dan meningkatkan pasokan aset alam kita. Baca juga: Ilmuwan Inggris Pastikan Palestina Negara yang Paling Banyak Digali di Dunia
“Inilah yang menjadi inti dari Rencana Lingkungan 25 Tahun Pemerintah Inggris, dan langkah-langkah baru kami untuk menanamkan keuntungan bersih keanekaragaman hayati lebih jauh dalam sistem perencanaan untuk infrastruktur utama, melalui RUU Lingkungan penting," ujarnya.
"Itu jugalah yang ada di balik pendekatan kami terhadap kebijakan pertanian masa depan dan inisiatif lain seperti £3 miliar untuk solusi perubahan iklim dalam pemulihan alam secara global serta undang-undang uji tuntas baru kami untuk membersihkan rantai pasokan dan membantu mengatasi deforestasi ilegal”, jelas Eustice.
"Inggris dan Indonesia memiliki sejarah kerja sama yang hebat untuk melindungi alam dan lingkungan. Kita masing-masing dapat membuat lebih banyak kemajuan bersama dalam tantangan yang juga kita hadapi bersama, seperti yang diidentifikasi oleh Prof Dasgupta, dan kesimpulannya memberikan landasan yang kuat untuk tindakan di masa depan. Kami siap mendukung dan belajar dari upaya Indonesia di bidang ini serta berharap bisa saling bertukar pengalaman dengan Indonesia," ucap Owen.
Sementara itu Menteri Lingkungan Inggris George Eustice mengatakan, jika kita ingin mewujudkan aspirasi yang ditetapkan dalam tinjuaan Dasgupta untuk menyeimbangkan kembali hubungan manusia dengan alam, maka diperlukan kebijakan yang akan melindungi dan meningkatkan pasokan aset alam kita. Baca juga: Ilmuwan Inggris Pastikan Palestina Negara yang Paling Banyak Digali di Dunia
“Inilah yang menjadi inti dari Rencana Lingkungan 25 Tahun Pemerintah Inggris, dan langkah-langkah baru kami untuk menanamkan keuntungan bersih keanekaragaman hayati lebih jauh dalam sistem perencanaan untuk infrastruktur utama, melalui RUU Lingkungan penting," ujarnya.
"Itu jugalah yang ada di balik pendekatan kami terhadap kebijakan pertanian masa depan dan inisiatif lain seperti £3 miliar untuk solusi perubahan iklim dalam pemulihan alam secara global serta undang-undang uji tuntas baru kami untuk membersihkan rantai pasokan dan membantu mengatasi deforestasi ilegal”, jelas Eustice.
(ian)
Lihat Juga :