Terus Dipantau, AS Curiga Kapal Militer Iran Bawa Senjata untuk Venezuela

Sabtu, 12 Juni 2021 - 20:02 WIB
loading...
A A A
Pejabat Biden mengatakan penjualan senjata Iran terjadi setahun yang lalu, selama kepresidenan Trump, dan mencerminkan upaya Iran menentang "postur tekanan maksimum" pemerintahan sebelumnya.

Abrams menyebut hubungan militer antara Caracas dan Teheran mendahului kampanye tekanan maksimum oleh Trump.

Politico melaporkan sebelumnya, pemerintahan Biden secara pribadi mendesak pemerintah Venezuela dan Kuba untuk menolak dua kapal angkatan laut Iran.

“Pemerintah Venezuela berusaha memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keringanan dari sanksi AS,” papar Politico, mengutip orang-orang yang tidak disebutkan namanya.

Dalam kolom Opini Bloomberg pada Jumat, purnawirawan Laksamana Angkatan Laut AS James Stavridis mengatakan kapal, Markan, tampaknya mengangkut speedboat kelas Peykaap Iran, yang biasanya dioperasikan Korps Garda Revolusi Islam di Teluk Persia.

Hampir sekitar 18,3 meter panjangnya, speedboat Iran dapat membawa dua rudal anti-kapal mematikan yang memiliki jangkauan hampir 20 mil dalam mode rudal permukaan-ke-permukaan, serta sepasang torpedo.

“Jika AS bersedia menyita pengiriman minyak Iran karena melanggar sanksi tahun lalu, AS harus siap untuk mengambil tindakan langsung menghentikan pengiriman mesin perang kecil tapi mematikan ini ke rezim yang korup dan berbahaya di Caracas,” tutur dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Berita Terkini
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved