Gelombang Panas Hantam Timur Tengah: Aspal Jadi Lembek, Rel Kereta Melengkung
Selasa, 08 Juni 2021 - 22:06 WIB
loading...
A
A
A
Panas ekstrem seperti itu telah didokumentasikan sebagai peningkatan frekuensi yang signifikan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Tahun lalu, sebuah penelitian yang diterbitkan di Science Advances, menyatakan bahwa bagian Timur Tengah, khususnya Teluk, mungkin tidak dapat dihuni manusia jika tren saat ini berlanjut.
Pekan lalu, temuan yang diterbitkan di Nature Climate Change, menemukan bahwa lebih dari sepertiga kematian terkait panas musim panas disebabkan oleh perubahan iklim, memperingatkan jumlah kematian yang lebih tinggi saat suhu global naik.
Baca juga: Timur Tengah Diprediksi Terpanggang Gelombang Panas Super 56 Derajat Celsius
Kuwait termasuk di antara setengah lusin negara dalam laporan di mana ditemukan bahwa persentase kematian terkait panas yang disebabkan oleh perubahan iklim adalah 60 persen atau lebih.
Tahun lalu, sebuah penelitian yang diterbitkan di Science Advances, menyatakan bahwa bagian Timur Tengah, khususnya Teluk, mungkin tidak dapat dihuni manusia jika tren saat ini berlanjut.
Pekan lalu, temuan yang diterbitkan di Nature Climate Change, menemukan bahwa lebih dari sepertiga kematian terkait panas musim panas disebabkan oleh perubahan iklim, memperingatkan jumlah kematian yang lebih tinggi saat suhu global naik.
Baca juga: Timur Tengah Diprediksi Terpanggang Gelombang Panas Super 56 Derajat Celsius
Kuwait termasuk di antara setengah lusin negara dalam laporan di mana ditemukan bahwa persentase kematian terkait panas yang disebabkan oleh perubahan iklim adalah 60 persen atau lebih.
(ian)
Lihat Juga :