China: Klaim COVID-19 dari Lab Sama Halnya Menuduh Irak Miliki Senjata Pemusnah Massal
Selasa, 08 Juni 2021 - 14:46 WIB
loading...
A
A
A
"Setiap kesimpulan harus ditarik sesuai dengan prosedur WHO [Organisasi Kesehatan Dunia] dan mengikuti metode berbasis sains. Kampanye untuk mempolitisasi studi tentang asal-usul dan mencoreng China tidak berbeda dengan kebohongan tentang Irak yang memiliki senjata pemusnah massal (WMD) 12 tahun lalu," ujarnya, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (8/6/2021).
Baca juga: Empat Orang Sekeluarga Ditabrak Mati dengan Pickup karena Mereka Muslim
Sekadar diketahui, sesaat sebelum AS dan sekutunya menginvasi Irak pada Maret 2003, Menteri Luar Negeri AS saat itu Colin Powell mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB bahwa dia menerima informasi langsung tentang teknologi untuk produksi senjata biologis yang diduga tersedia untuk pemimpin Irak saat itu, Saddam Hussein.
Untuk mendukung kata-kata itu, Powell mendemonstrasikan tabung reaksi dengan bubuk putih, mengeklaim bahwa itu berisi sampel senjata pemusnah massal yang diproduksi di pabrik Irak.
Namun kemudian terungkap bahwa Powell telah mendapat informasi yang salah dari intelijen AS dan tabung reaksi itu ternyata palsu.
Baca juga: Empat Orang Sekeluarga Ditabrak Mati dengan Pickup karena Mereka Muslim
Sekadar diketahui, sesaat sebelum AS dan sekutunya menginvasi Irak pada Maret 2003, Menteri Luar Negeri AS saat itu Colin Powell mengatakan pada pertemuan Dewan Keamanan PBB bahwa dia menerima informasi langsung tentang teknologi untuk produksi senjata biologis yang diduga tersedia untuk pemimpin Irak saat itu, Saddam Hussein.
Untuk mendukung kata-kata itu, Powell mendemonstrasikan tabung reaksi dengan bubuk putih, mengeklaim bahwa itu berisi sampel senjata pemusnah massal yang diproduksi di pabrik Irak.
Namun kemudian terungkap bahwa Powell telah mendapat informasi yang salah dari intelijen AS dan tabung reaksi itu ternyata palsu.
(min)
Lihat Juga :