Pesawat-pesawat Pembom B-52H AS Terbang di Atas 30 Negara NATO
Selasa, 01 Juni 2021 - 10:40 WIB
loading...
A
A
A
Empat B-52 dari Sayap Bom Kedua dan lebih dari 200 personel dikerahkan untuk tugas pemberitahuan singkat. Hal itu disampaikan Mayor Angkatan Udara Marisa King, direktur operasi Gugus Tugas Pembom ke-96.
Pada hari Senin, pesawat pembom berat jarak jauh dijadwalkan melakukan pengisian bahan bakar udara dan penerbangan integrasi dengan pesawat tempur dari beberapa sekutu NATO di Eropa, dari Turki ke Norwegia.
Pesawat KC-135 Stratotanker yang berbasis di RAF Mildenhall, Inggris, diharapkan untuk mendukung misi tersebut, yang juga mencakup kaki Amerika Utara di atas AS dan Kanada, didukung oleh pesawat dari negara-negara tersebut.
Terakhir kali pesawat-pesawat pembom AS melakukan penerbangan di atas 30 negara sekutu NATO adalah pada bulan Agustus, dan upaya itu melibatkan enam B-52 dari Pangkalan Angkatan Udara Minot. Saat itu, sekitar 80 jet tempur melakukan pengawalan di berbagai tahap.
Sejak 2018, pesawat-pesawat pembom AS yang dikerahkan ke Eropa telah mengambil bagian dalam lebih dari 200 serangan mendadak dengan sekutu dan mitra, terutama sebagai respons pencegah terhadap kebangkitan militer Rusia.
Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG
Pada hari Senin, pesawat pembom berat jarak jauh dijadwalkan melakukan pengisian bahan bakar udara dan penerbangan integrasi dengan pesawat tempur dari beberapa sekutu NATO di Eropa, dari Turki ke Norwegia.
Pesawat KC-135 Stratotanker yang berbasis di RAF Mildenhall, Inggris, diharapkan untuk mendukung misi tersebut, yang juga mencakup kaki Amerika Utara di atas AS dan Kanada, didukung oleh pesawat dari negara-negara tersebut.
Terakhir kali pesawat-pesawat pembom AS melakukan penerbangan di atas 30 negara sekutu NATO adalah pada bulan Agustus, dan upaya itu melibatkan enam B-52 dari Pangkalan Angkatan Udara Minot. Saat itu, sekitar 80 jet tempur melakukan pengawalan di berbagai tahap.
Sejak 2018, pesawat-pesawat pembom AS yang dikerahkan ke Eropa telah mengambil bagian dalam lebih dari 200 serangan mendadak dengan sekutu dan mitra, terutama sebagai respons pencegah terhadap kebangkitan militer Rusia.
Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG
Lihat Juga :