Palestina: Israel Terus Permalukan Biden dengan Tingkatkan Agresi
Minggu, 30 Mei 2021 - 04:03 WIB
loading...
Presiden AS Joe Biden. Foto/REUTERS
A
A
A
RAMALLAH - Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyatakan kredibilitas pemerintah Amerika Serikat (AS) dipertaruhkan karena Israel terus membuat malu dengan meningkatkan aktivitas permukiman dan agresi terhadap warga Palestina.
Dalam pernyataan yang dilaporkan kantor berita Wafa, Kementerian Palestina mengungkapkan harapannya bahwa pemerintahan Biden akan berhasil mengatasi aksi-aksi Israel dengan menetapkan kredibilitas dan janji, dan dengan melaksanakan sikap dan kebijakannya.
“Upaya ini akan bergantung pada tindakan AS terhadap sikap keras kepada Israel di lapangan, sebelum pernyataan yang dibuat Blinken di Ramallah, Yerusalem, Kairo, dan Amman kehilangan pengaruhnya,” papar pernyataan Kementerian Palestina itu.
Baca juga: Bos Pasukan Quds Iran: Orang-orang Israel Harus 'Kembali' ke AS dan Eropa
Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk persetujuan otoritas Israel membangun 560 unit permukiman baru di tenggara Betlehem.
Baca juga: Amnesty: Israel Harus Batalkan Rencana Usir Paksa Keluarga Palestina di Silwan
Kementerian itu juga mengecam pengerukan lahan dan berbagai serangan yang sedang berlangsung di lahan penggembalaan dan pertanian di Al-Aghwar ash-Shamaliyah.
Baca juga: Saat Perang Berdarah, 43 Warga Gaza Diduga Jadi Mata-mata Israel
Kementerian Luar Negeri Palestina meminta Israel secara penuh dan langsung bertanggung jawab atas perluasan permukiman dan penyitaan tanah Palestina.
Palestina memperingatkan konsekuensi bencana pada peluang mencapai perdamaian berdasarkan solusi dua negara yang diakui dunia internasional.
Dalam pernyataan yang dilaporkan kantor berita Wafa, Kementerian Palestina mengungkapkan harapannya bahwa pemerintahan Biden akan berhasil mengatasi aksi-aksi Israel dengan menetapkan kredibilitas dan janji, dan dengan melaksanakan sikap dan kebijakannya.
“Upaya ini akan bergantung pada tindakan AS terhadap sikap keras kepada Israel di lapangan, sebelum pernyataan yang dibuat Blinken di Ramallah, Yerusalem, Kairo, dan Amman kehilangan pengaruhnya,” papar pernyataan Kementerian Palestina itu.
Baca juga: Bos Pasukan Quds Iran: Orang-orang Israel Harus 'Kembali' ke AS dan Eropa
Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk persetujuan otoritas Israel membangun 560 unit permukiman baru di tenggara Betlehem.
Baca juga: Amnesty: Israel Harus Batalkan Rencana Usir Paksa Keluarga Palestina di Silwan
Kementerian itu juga mengecam pengerukan lahan dan berbagai serangan yang sedang berlangsung di lahan penggembalaan dan pertanian di Al-Aghwar ash-Shamaliyah.
Baca juga: Saat Perang Berdarah, 43 Warga Gaza Diduga Jadi Mata-mata Israel
Kementerian Luar Negeri Palestina meminta Israel secara penuh dan langsung bertanggung jawab atas perluasan permukiman dan penyitaan tanah Palestina.
Palestina memperingatkan konsekuensi bencana pada peluang mencapai perdamaian berdasarkan solusi dua negara yang diakui dunia internasional.
(sya)
Lihat Juga :