Putri Thailand Izinkan Impor Vaksin COVID-19 setelah Publik Marah
Jum'at, 28 Mei 2021 - 10:37 WIB
loading...
Putri Chulabhorn dari Kerajaan Thailand yang juga adik bungsu dari Raja Maha Vajiralongkorn. Foto/The Star
A
A
A
BANGKOK - Putri Kerajaan Thailand , yang juga adik Raja Maha Vajiralongkorn telah menyetujui impor vaksin COVID-19 oleh lembaga yang dia sponsori. Keputusan yang melangkahi pemerintah ini diambil setelah publik marah atas lonjakan kasus infeksi dan lambatnya peluncuran vaksin lokal.
Pihak Sekretaris Jenderal Chulabhorn Royal Academy menulis di Facebook bahwa "vaksin alternatif" akan melengkapi kampanye pemerintah sampai dapat memenuhi kebutuhan negara.
Baca juga: PBB Selidiki Dugaan Kejahatan Perang Israel di Gaza, Netanyahu Marah
Pemerintah, yang telah lama bersikeras harus menangani semua impor vaksin, bulan depan akan memulai program imunisasi massal, yang sangat bergantung pada vaksin AstraZeneca yang diproduksi secara lokal oleh perusahaan milik Raja Maha Vajiralongkorn.
Pengumuman di Royal Gazette secara resmi mengejutkan beberapa pihak di pemerintahan yang didukung militer, dan terjadi ketika Thailand menderita wabah COVID-19 yang paling parah sejauh ini dan semakin tidak nyaman tentang rencana peluncuran vaksin lokal yang terlalu lambat.
Keputusan itu diumumkan pada Selasa malam dan memperluas kemampuan Chulabhorn Royal Academy untuk menanggapi pandemi virus corona. Itu ditandatangani oleh Putri Chulabhorn, yang merupakan ketua lembaga sekaligus adik bungsu Raja Maha Vajiralongkorn.
Pihak Sekretaris Jenderal Chulabhorn Royal Academy menulis di Facebook bahwa "vaksin alternatif" akan melengkapi kampanye pemerintah sampai dapat memenuhi kebutuhan negara.
Baca juga: PBB Selidiki Dugaan Kejahatan Perang Israel di Gaza, Netanyahu Marah
Pemerintah, yang telah lama bersikeras harus menangani semua impor vaksin, bulan depan akan memulai program imunisasi massal, yang sangat bergantung pada vaksin AstraZeneca yang diproduksi secara lokal oleh perusahaan milik Raja Maha Vajiralongkorn.
Pengumuman di Royal Gazette secara resmi mengejutkan beberapa pihak di pemerintahan yang didukung militer, dan terjadi ketika Thailand menderita wabah COVID-19 yang paling parah sejauh ini dan semakin tidak nyaman tentang rencana peluncuran vaksin lokal yang terlalu lambat.
Keputusan itu diumumkan pada Selasa malam dan memperluas kemampuan Chulabhorn Royal Academy untuk menanggapi pandemi virus corona. Itu ditandatangani oleh Putri Chulabhorn, yang merupakan ketua lembaga sekaligus adik bungsu Raja Maha Vajiralongkorn.
Lihat Juga :