Yahudi Israel Kirim Surat Terbuka Kutuk Serangan Zionis di Jalur Gaza
Kamis, 20 Mei 2021 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
“Saat kami menulis pernyataan ini, Israel kembali melakukan pembantaian di ghetto Gaza. Israel telah menolak beberapa tawaran pihak ketiga untuk merundingkan perjanjian gencatan senjata dengan pejabat Hamas, dan terus membom lingkungan di Gaza. Pengepungan yang tidak manusiawi terhadap sekitar dua juta orang terus berlanjut,” papar petisi itu.
“Sebagai individu yang berada di sisi penindas, dan yang telah mencoba selama bertahun-tahun untuk mengubah opini publik di Israel untuk mengubah fondasi rezim saat ini, kami telah lama sampai pada kesimpulan bahwa tidak mungkin untuk mengubah rezim supremasi Yahudi tanpa intervensi eksternal,” ungkap petisi itu.
Mereka menegaskan, “Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera campur tangan guna menghentikan agresi Israel saat ini, untuk mengadopsi tuntutan gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi Palestina; untuk bekerja menuju aktualisasi Hak Pengembalian Palestina dan untuk mewujudkan keadilan historis; untuk mencapai solusi yang adil dan demokratis untuk semua, berdasarkan dekolonisasi wilayah dan mendirikan negara bagi semua warganya.”
Kelompok Yahudi yang pro-Palestina ini berasal dari kalangan ultra-Orthodoks Yahudi. Mereka menganggap pemerintahan Israel saat ini tidak melaksanakan ajaran Taurat karena melanggar beberapa hal dari 10 perintah Tuhan, seperti melakukan pencurian dan pembunuhan.
Ultra-Orthodoks Yahudi menganggap rezim Israel saat ini mencuri tanah Palestina dan membunuh warga sipil Palestina yang merupakan pelanggaran nyata terhadap ajaran Taurat dan 10 perintah Tuhan.
“Sebagai individu yang berada di sisi penindas, dan yang telah mencoba selama bertahun-tahun untuk mengubah opini publik di Israel untuk mengubah fondasi rezim saat ini, kami telah lama sampai pada kesimpulan bahwa tidak mungkin untuk mengubah rezim supremasi Yahudi tanpa intervensi eksternal,” ungkap petisi itu.
Mereka menegaskan, “Kami menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera campur tangan guna menghentikan agresi Israel saat ini, untuk mengadopsi tuntutan gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi Palestina; untuk bekerja menuju aktualisasi Hak Pengembalian Palestina dan untuk mewujudkan keadilan historis; untuk mencapai solusi yang adil dan demokratis untuk semua, berdasarkan dekolonisasi wilayah dan mendirikan negara bagi semua warganya.”
Kelompok Yahudi yang pro-Palestina ini berasal dari kalangan ultra-Orthodoks Yahudi. Mereka menganggap pemerintahan Israel saat ini tidak melaksanakan ajaran Taurat karena melanggar beberapa hal dari 10 perintah Tuhan, seperti melakukan pencurian dan pembunuhan.
Ultra-Orthodoks Yahudi menganggap rezim Israel saat ini mencuri tanah Palestina dan membunuh warga sipil Palestina yang merupakan pelanggaran nyata terhadap ajaran Taurat dan 10 perintah Tuhan.
(sya)
Lihat Juga :