Warga Palestina di Gaza: Setiap Saat Rumah Anda Mungkin Jadi Kuburan Anda
Kamis, 13 Mei 2021 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
"Anda tidak bisa aman. Sebagai seorang ibu, ini sangat menakutkan, sangat melelahkan untuk perasaan saya, untuk kemanusiaan saya," imbuhnya seperti dikutip dari kantor berita yang berbasis di Inggris itu.
Di Israel, sebuah blok apartemen dihancurkan di kota Petah Tikva tidak lama setelah penduduk pergi ke tempat penampungan bom mereka.
Baca juga: Roket Gaza Sudah Membunuh 5 Warga Israel, Zionis Kerahkan 5.000 Tentara Cadangan
"Kami mendengar alarm dan tiba-tiba ada ledakan. Asap masuk ke tempat penampungan, dan tetangga di sebelah saya yang sedang duduk di kursi terbang kembali," kata seorang warga kepada situs berita Ynet.
Mohammed Abu Rayya, seorang dokter yang tinggal di Gaza mengatakan kepada BBC: "(Ada) banyak kematian, banyak yang terluka - anak-anak, wanita tua dan pria tua. Kami tidak bisa tidur di rumah, kami tidak merasa aman. Serangan udara di seluruh Gaza. Tidak ada tempat yang aman. "
Pihak berwenang di Gaza, yang dikendalikan oleh kelompok militan Islam Hamas, mengatakan banyak warga sipil telah meninggal, termasuk 17 anak.
Israel mengatakan lusinan dari mereka yang tewas di Gaza adalah militan, dan beberapa kematian berasal dari roket yang salah tembak dari Gaza.
Di kota Sderot di Israel, seorang bocah lelaki tewas ketika tembakan roket dari Gaza menghantam rumahnya, dan pecahan peluru menembus tempat perlindungan tempat dia bersembunyi.
Di Israel, sebuah blok apartemen dihancurkan di kota Petah Tikva tidak lama setelah penduduk pergi ke tempat penampungan bom mereka.
Baca juga: Roket Gaza Sudah Membunuh 5 Warga Israel, Zionis Kerahkan 5.000 Tentara Cadangan
"Kami mendengar alarm dan tiba-tiba ada ledakan. Asap masuk ke tempat penampungan, dan tetangga di sebelah saya yang sedang duduk di kursi terbang kembali," kata seorang warga kepada situs berita Ynet.
Mohammed Abu Rayya, seorang dokter yang tinggal di Gaza mengatakan kepada BBC: "(Ada) banyak kematian, banyak yang terluka - anak-anak, wanita tua dan pria tua. Kami tidak bisa tidur di rumah, kami tidak merasa aman. Serangan udara di seluruh Gaza. Tidak ada tempat yang aman. "
Pihak berwenang di Gaza, yang dikendalikan oleh kelompok militan Islam Hamas, mengatakan banyak warga sipil telah meninggal, termasuk 17 anak.
Israel mengatakan lusinan dari mereka yang tewas di Gaza adalah militan, dan beberapa kematian berasal dari roket yang salah tembak dari Gaza.
Di kota Sderot di Israel, seorang bocah lelaki tewas ketika tembakan roket dari Gaza menghantam rumahnya, dan pecahan peluru menembus tempat perlindungan tempat dia bersembunyi.
Lihat Juga :