China Sebut Sebagian Besar Puing Roket Hancur di Atmosfer
Minggu, 09 Mei 2021 - 18:56 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi, masuknya kembali objek sebesar itu secara tidak terkendalike atmosfer telah memicu kekhawatiran tentang kemungkinan kerusakan dan korban jiwa, meskipun secara statistik peluangnya sangat rendah.
Otoritas antariksa Amerika Serikat (AS) dan Eropa termasuk di antara yang melacak orbit dari pecahan roket tersebut, dan mencoba menentukan kapan dan di mana itu akan jatuh.
Tahun lalu, puing-puing dari roket Long March lainnya jatuh di desa-desa di Pantai Gading, menyebabkan kerusakan struktural tetapi tidak ada korban luka atau kematian. Baca juga: Rocket Long March China Ternyata Pernah Menimpa Rumah di Pantai Gading
“Secara statistik masuknya kembali pecahan roket itu dan jatuh kelaut sangat besar. Tampaknya China memenangkan pertaruhannya (kecuali kita mendapat berita tentang puing-puing di Maladewa). Tapi itu masih sembrono," ucap astronom yang berbasis di Harvard, Jonathan McDowell.
McDowell kemudian mengatakan bahwa China harus mendesain ulang Long March-5B untuk menghindari skenario seperti itu.
Otoritas antariksa Amerika Serikat (AS) dan Eropa termasuk di antara yang melacak orbit dari pecahan roket tersebut, dan mencoba menentukan kapan dan di mana itu akan jatuh.
Tahun lalu, puing-puing dari roket Long March lainnya jatuh di desa-desa di Pantai Gading, menyebabkan kerusakan struktural tetapi tidak ada korban luka atau kematian. Baca juga: Rocket Long March China Ternyata Pernah Menimpa Rumah di Pantai Gading
“Secara statistik masuknya kembali pecahan roket itu dan jatuh kelaut sangat besar. Tampaknya China memenangkan pertaruhannya (kecuali kita mendapat berita tentang puing-puing di Maladewa). Tapi itu masih sembrono," ucap astronom yang berbasis di Harvard, Jonathan McDowell.
McDowell kemudian mengatakan bahwa China harus mendesain ulang Long March-5B untuk menghindari skenario seperti itu.
(esn)
Lihat Juga :