Jatuh Tak Terkendali, Pentagon Lacak Roket 21 Ton China

Rabu, 05 Mei 2021 - 14:10 WIB
loading...
A A A
Lintasan roket yang tidak pasti dilaporkan dalam beberapa jam setelah peluncuran, meskipun Pentagon hanya mengakui masalah tersebut pada hari Selasa, seperti halnya badan antariksa Rusia Roscosmos, yang mengatakan sedang melacak roket dan mengharapkan pesawat tersebut untuk kembali ke Bumi sekitar 8 Mei. Jaringan Pengawasan dan Pelacakan Luar Angkasa Uni Eropa juga mengatakan sedang memantau situasi tersebut.

Baca juga: Ambisius, China Luncurkan Modul Inti Stasiun Antariksa Punya Sendiri

Sementara sejumlah outlet media perusahaan di AS melaporkan berita itu dengan nada yang mengerikan, dengan peringatan Forbes dan CNN tentang roket China yang tidak terkendali, astrofisikawan Universitas Harvard, Jonathan McDowell, menegaskan bahwa pesawat itu tidak perlu khawatir.

“Saya tidak berpikir orang harus berhati-hati. Risiko bahwa akan ada beberapa kerusakan atau akan menimpa seseorang cukup kecil - tidak dapat diabaikan, itu bisa saja terjadi - tetapi risiko bahwa hal itu akan mengenai Anda sangat kecil. Jadi saya tidak akan kehilangan waktu tidur sedetik pun karena ini atas dasar ancaman pribadi,” ujarnya.

"Ada banyak hal yang lebih besar yang perlu dikhawatirkan," imbuhnya.

Di tempat lain, McDowell membandingkan roket China dengan upaya pertama NASA atas stasiun ruang angkasa, Skylab, yang memasuki orbit yang membusuk dan hancur berantakan di atmosfer pada 1979 setelah badan tersebut tidak dapat memperbaiki jalur penerbangannya, menyebarkan puing-puing di seluruh Samudera Hindia dan sebagian Australia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Armada Ke-5 AS di Bahrain, Tembak Jatuh Drone MQ-9
Rekomendasi
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
Berita Terkini
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved