Trump Bersiap Keluarkan AS dari Perjanjian Mata-mata Open Skies

Jum'at, 22 Mei 2020 - 08:07 WIB
loading...
A A A
"Rusia akan melakukan penerbangan di atas NATO dan Pangkalan Amerika dengan atau tanpa partisipasi kami di (Perjanjian) Open Skies," paparnya.

Perjanjian Open Skies telah berlaku sejak tahun 2002. Gagasan untuk mengizinkan pesawat mata-mata negara lain untuk melakukan flyover pertama kali diusulkan oleh Presiden Dwight Eisenhower, pada awal Perang Dingin dengan Uni Soviet. Tetapi kesepakatan tidak mendapatkan daya tarik sampai setelah Republik Soviet runtuh, dan akhirnya ditandatangani pada tahun 1992 dan mulai berlaku 10 tahun kemudian.

"Ini memberi Anda akses ke hal-hal yang, bahkan jika Anda memiliki jaringan satelit, Anda mungkin tidak dapat melihat," kata Olga Oliker, direktur program Eropa di International Crisis Group di Brussels, kepada NPRNovember lalu.

"Ini cara yang sangat berguna bagi para pihak untuk berada di halaman yang sama tentang siapa yang memiliki apa di mana."

Perjanjian tersebut mencakup sejumlah ketentuan yang memberi negara-negara tuan rumah tingkat kontrol atas penerbangan di wilayah udara mereka, mulai dari menentukan pesawat dan bandara mana yang dapat digunakan untuk jarak penerbangan. Ini juga memungkinkan inspeksi peralatan pengintaian. Para penandatangan termasuk sebagian besar sekutu NATO Amerika dan Ukraina.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Laporan: Mossad Coba...
Laporan: Mossad Coba Rekrut Eks Presiden Ahmadinejad dalam Operasi Pergantian Rezim Iran
Langka! Matahari Tepat...
Langka! Matahari Tepat di Atas Ka'bah Hari Ini
Rekomendasi
Bentuk Tim Penyidik...
Bentuk Tim Penyidik Khusus Usut Kasus Febrie, Kejagung: 9 Penyidik, Mayoritas Jaksa Alumni KPK
Prabowo Sampaikan Belasungkawa...
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved