Tegang dengan AS, Turki Didesak Aktifkan Sistem Rudal S-400 Rusia
Rabu, 28 April 2021 - 00:50 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, tuduhan Biden terhadap Turki terkait peristiwa 1915 memberikan pukulan besar pada hubungan sekutu dan telah membuktikan bahwa persahabatannya adalah kebohongan dan kemitraan strategis hanyalah dongeng.
Bahceli menuduh AS mencoba menggunakan peringatan 24 April sebagai alat untuk menekan Turki. Dia juga mengingatkan genosida yang dilakukan oleh AS terhadap orang Indian Amerika selama abad ke-19, termasuk orang Indian Seminole di Florida.
Baca juga: PM Inggris Dilaporkan Pilih Ribuan Mayat Menumpuk daripada Lockdown COVID-19
Politisi tersebut melanjutkan keputusan Kekaisaran Ottoman untuk mendeportasi orang-orang Armenia dari Anatolia timur ke bagian lain negara itu merupakan reaksi atas kekejaman geng bersenjata Armenia terhadap warga sipil Muslim selama Perang Dunia Pertama. Menurutnya, sekitar 124.000 Muslim Turki dibunuh oleh geng-geng tersebut antara Agustus 1914 hingga Maret 1916.
Pemimpin MHP mengingat fakta bahwa puluhan diplomat Turki dibunuh oleh organisasi teror Armenia, ASALA, sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an. "Siapa yang akan memberikan pertanggungjawaban atas diplomat dan warga negara kita yang menjadi martir oleh geng teror ASALA?," ujarnya.
Bahceli menuduh AS mencoba menggunakan peringatan 24 April sebagai alat untuk menekan Turki. Dia juga mengingatkan genosida yang dilakukan oleh AS terhadap orang Indian Amerika selama abad ke-19, termasuk orang Indian Seminole di Florida.
Baca juga: PM Inggris Dilaporkan Pilih Ribuan Mayat Menumpuk daripada Lockdown COVID-19
Politisi tersebut melanjutkan keputusan Kekaisaran Ottoman untuk mendeportasi orang-orang Armenia dari Anatolia timur ke bagian lain negara itu merupakan reaksi atas kekejaman geng bersenjata Armenia terhadap warga sipil Muslim selama Perang Dunia Pertama. Menurutnya, sekitar 124.000 Muslim Turki dibunuh oleh geng-geng tersebut antara Agustus 1914 hingga Maret 1916.
Pemimpin MHP mengingat fakta bahwa puluhan diplomat Turki dibunuh oleh organisasi teror Armenia, ASALA, sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an. "Siapa yang akan memberikan pertanggungjawaban atas diplomat dan warga negara kita yang menjadi martir oleh geng teror ASALA?," ujarnya.
(min)
Lihat Juga :