Kapal Terbalik di Lepas Pantai Libya, 130 Migran Dikhawatirkan Tewas

Jum'at, 23 April 2021 - 17:42 WIB
loading...
A A A
Bertahun-tahun sejak pemberontakan itu, Libya telah muncul sebagai titik transit yang dominan bagi para migran. Penyelundup manusia yang berbasis di Libya meluncurkan kapal, kebanyakan perahu karet yang tipis atau perahu nelayan reyot, penuh sesak dengan para migran yang berharap mencapai pantai Eropa untuk mencari suaka.

Ribuan orang tenggelam di sepanjang rute perjalanan, sementara yang lain ditahan di markas penyelundup yang kotor atau pusat penahanan yang penuh sesak.

Baca juga: Mengenaskan, Kondisi Terbaru Pusat Penahanan Migran Era Biden

Uni Eropa dilaporkan telah menghabiskan lebih dari USD109 juta untuk mendanai dan melatih penjaga pantai Libya untuk menghentikan penyeberangan.

Investigasi Associated Press mengungkapkan Uni Eropa mengirim lebih dari USD397,9 juta ke Libya, yang sebagian besar disalurkan melalui badan-badan PBB.

“Negara mengabaikan tanggung jawab mereka untuk mengoordinasikan operasi Pencarian dan Penyelamatan, meninggalkan aktor swasta dan masyarakat sipil untuk mengisi kekosongan mematikan yang mereka tinggalkan. Kami bisa melihat akibat dari kelambanan yang disengaja ini di laut sekitar kapal kami,” bunyi pernyataan SOS Mediterranee.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Trump Hentikan Seluruh...
Trump Hentikan Seluruh Kerja Sama Perdagangan dengan Spanyol, Kenapa?
Rekomendasi
Menyemarakkan Tahun...
Menyemarakkan Tahun Baru Islam, MNC Lido dan MNC Peduli Gelar Lomba Kaligrafi hingga Cerdas Cermat
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
Berita Terkini
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Iran dan AS Saling Serang,...
Iran dan AS Saling Serang, Trump: Gencatan Senjata Berakhir
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved