Koalisi LEAF Galang Dana untuk Pelestarian Hutan Tropis dan Aksi Iklim Global
Jum'at, 23 April 2021 - 16:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Hanya 2 Menit, Anies Berhasil Pengaruhi Sekjen PBB untuk Setujui Usulan terkait Dukungan Aksi Iklim
"Hutan tropis dunia merupakan paru-paru planet kita, namun kita kehilangan ekosistem yang amat berharga terlalu cepat," ujar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.
Johnson menambahkan kondisi tersebut berdampak serius pada miliaran populasi penduduk dunia yang bergantung pada hutan untuk penghidupan dan keberlanjutan hidup mereka, sekaligus memundurkan upaya dalam melawan perubahan iklim. Ia berpendapat, waktu untuk melindungi hutan tropis dari kerugian yang tak dapat digantikan dan membatasi pemanasan global hingga 1.5 derajat Celcius sudah kian menipis.
“Itulah mengapa pemerintahan Inggris bangga untuk turut berpartisipasi bersama dengan para mitra kami di dalam Koalisi LEAF, menggerakkan investasi bisnis dan bekerjasama bahu-membahu dengan negara-negara hutan tropis untuk bekerja dan menghentikan deforestasi, mengurangi emisi gas rumah kaca global dan memulihkan pelestarian alam”, ujar Johnson.
Baca juga:Google Earth Menunjukkan Efek Perubahan Iklim yang Mengerikan
Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan bahwa ini adalah inisiatif yang menarik untuk semua negara yang memiliki hutan-hutan tropis - termasuk Indonesia. Menurut Owen, Indonesia sudah melakukan pekerjaan besar untuk melindungi hutan-hutannya - menyadari manfaat signifikan hutan bagi ekonomi, kesehatan dan lingkungan.
“Sekarang sektor publik dan swasta bersatu untuk mendanai perlindungan hutan tropis - sebagai salah satu upaya utama agar kita semua dapat menghindari dampak perubahan iklim yang dahsyat. Melalui kemitraan, kami berharap Indonesia menjadi penerima utama dari skema ini," ujar Owen dalam rilis yang diterima Sindonews,Jumat (23/4/2021).
"Hutan tropis dunia merupakan paru-paru planet kita, namun kita kehilangan ekosistem yang amat berharga terlalu cepat," ujar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.
Johnson menambahkan kondisi tersebut berdampak serius pada miliaran populasi penduduk dunia yang bergantung pada hutan untuk penghidupan dan keberlanjutan hidup mereka, sekaligus memundurkan upaya dalam melawan perubahan iklim. Ia berpendapat, waktu untuk melindungi hutan tropis dari kerugian yang tak dapat digantikan dan membatasi pemanasan global hingga 1.5 derajat Celcius sudah kian menipis.
“Itulah mengapa pemerintahan Inggris bangga untuk turut berpartisipasi bersama dengan para mitra kami di dalam Koalisi LEAF, menggerakkan investasi bisnis dan bekerjasama bahu-membahu dengan negara-negara hutan tropis untuk bekerja dan menghentikan deforestasi, mengurangi emisi gas rumah kaca global dan memulihkan pelestarian alam”, ujar Johnson.
Baca juga:Google Earth Menunjukkan Efek Perubahan Iklim yang Mengerikan
Sementara itu Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan bahwa ini adalah inisiatif yang menarik untuk semua negara yang memiliki hutan-hutan tropis - termasuk Indonesia. Menurut Owen, Indonesia sudah melakukan pekerjaan besar untuk melindungi hutan-hutannya - menyadari manfaat signifikan hutan bagi ekonomi, kesehatan dan lingkungan.
“Sekarang sektor publik dan swasta bersatu untuk mendanai perlindungan hutan tropis - sebagai salah satu upaya utama agar kita semua dapat menghindari dampak perubahan iklim yang dahsyat. Melalui kemitraan, kami berharap Indonesia menjadi penerima utama dari skema ini," ujar Owen dalam rilis yang diterima Sindonews,Jumat (23/4/2021).
Lihat Juga :