Memanas, AS Hendak Jatuhkan Sanksi dan Usir 10 Diplomat Rusia
Kamis, 15 April 2021 - 10:34 WIB
loading...
A
A
A
Rusia telah berulang kali menolak tuduhan bahwa mereka ikut campur dalam pemilu AS, meracuni para pengkritiknya atau menawarkan untuk membayar hadiah atas pembunuhan pasukan Amerika di Afghanistan.
Baca juga: China Sarankan Jepang Buang Saja 1,25 Juta Ton Air Nuklir Fukushima ke AS
Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan pekan lalu bahwa Rusia akan membalas setiap sanksi baru, yang dia anggap sebagai instrumen "bodoh".
Di luar masalah itu, AS dan Rusia juga sedang berseteru terkait pengerahan ribuan tentara Moskow di dekat perbatasan Ukraina. Washington siap membela Kiev jika tentara Moskow melakukan agresi.
Baca juga: China Sarankan Jepang Buang Saja 1,25 Juta Ton Air Nuklir Fukushima ke AS
Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan pekan lalu bahwa Rusia akan membalas setiap sanksi baru, yang dia anggap sebagai instrumen "bodoh".
Di luar masalah itu, AS dan Rusia juga sedang berseteru terkait pengerahan ribuan tentara Moskow di dekat perbatasan Ukraina. Washington siap membela Kiev jika tentara Moskow melakukan agresi.
(min)
Lihat Juga :