Salahkan AS soal Taiwan, Beijing: Apakah Kapal Perang China Pergi ke Teluk Meksiko?
Jum'at, 09 April 2021 - 00:15 WIB
loading...
A
A
A
Zhao mengeklaim bahwa AS hanya melihat 16 tahun perdamaian dalam 250 tahun sejarahnya dan sering berperang dengan alasan palsu.
"Saat itu, Amerika Serikat memperebutkan sebotol deterjen dan video palsu sebagai bukti. Dalam perang melawan negara berdaulat Irak dan Suriah, mereka menyebabkan korban sipil yang tak terhitung jumlahnya dan perpecahan keluarga yang tak terhitung jumlahnya," kecam Zhao, seperti dikutip Russia Today.
Mengalihkan perhatiannya ke Taiwan, juru bicara tersebut menegaskan kembali posisi Beijing bahwa pulau itu adalah bagian dari wilayah China dan bahwa Republik Rakyat China adalah satu-satunya pemerintahan resmi yang mewakili seluruh China.
Zhao meminta Washington untuk mengakui otoritas China atas Taiwan dan berhenti mengirimkan sinyal yang salah tentang kemerdekaan Taiwan dengan "menunjukkan otot mereka" di Laut China Selatan dan memprovokasi kerusuhan.
Zhao mengatakan prinsip satu-China adalah "garis merah" yang tidak dapat ditawar.
"Saat itu, Amerika Serikat memperebutkan sebotol deterjen dan video palsu sebagai bukti. Dalam perang melawan negara berdaulat Irak dan Suriah, mereka menyebabkan korban sipil yang tak terhitung jumlahnya dan perpecahan keluarga yang tak terhitung jumlahnya," kecam Zhao, seperti dikutip Russia Today.
Mengalihkan perhatiannya ke Taiwan, juru bicara tersebut menegaskan kembali posisi Beijing bahwa pulau itu adalah bagian dari wilayah China dan bahwa Republik Rakyat China adalah satu-satunya pemerintahan resmi yang mewakili seluruh China.
Zhao meminta Washington untuk mengakui otoritas China atas Taiwan dan berhenti mengirimkan sinyal yang salah tentang kemerdekaan Taiwan dengan "menunjukkan otot mereka" di Laut China Selatan dan memprovokasi kerusuhan.
Zhao mengatakan prinsip satu-China adalah "garis merah" yang tidak dapat ditawar.
Lihat Juga :