Brasil Berduka, 4.000 Nyawa Melayang Akibat COVID-19 dalam 24 Jam

Rabu, 07 April 2021 - 10:42 WIB
loading...
A A A
"Walikota dan gubernur secara politik dilarang meningkatkan kebijakan jarak sosial karena mereka tahu pendukung presiden, termasuk para pemimpin bisnis, akan menyabotase itu," katanya.

Presiden sayap kanan Brasil itu, yang berulang kali meremehkan virus Corona baru, mempertanyakan tentang vaksin dan membela obat yang tidak terbukti sebagai pengobatan. Ia membuat popularitasnya merosot di tengah kritik atas penanganannya terhadap krisis.

Dia telah mengubah nadanya tentang imunisasi baru-baru ini, berjanji untuk menjadikan tahun 2021 sebagai tahun vaksinasi. Tetapi pemerintah telah berjuang untuk meluncurkan program vaksinasi.

Baca juga: Warga Pakistan Berebut Beli Vaksin Rusia saat Penjualan Pribadi Dibuka

Para kritikus mengatakan pemerintah Bolsonaro lamban dalam merundingkan pasokan di tengah-tengah produksi global, membuat Brasil menghadapi penundaan pengiriman vaksin dalam menerima pukulan pandemi. Menurut pelacak the Our World in Data hanya sekitar 8% dari populasi yang telah menerima setidaknya satu dosis.

Epidemiolog Ethel Maciel mengatakan negara itu berada dalam situasi yang mengerikan.

"Pada tingkat yang kami vaksinasi...satu-satunya cara untuk memperlambat penyebaran virus yang sangat cepat adalah penguncian yang efektif untuk setidaknya 20 hari," katanya kepada AFP.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Brasil Tetapkan 2 Syarat...
Brasil Tetapkan 2 Syarat untuk Gabung Dewan Perdamaian Trump, Apa Saja?
Apa Sentimen Negatif...
Apa Sentimen Negatif tentang PBB Gaya Baru Versi Trump?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Berita Terkini
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Infografis
Brigade al-Qassam Bantai...
Brigade al-Qassam Bantai 36 Tentara Israel dalam Waktu 72 Jam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved