Pangeran Hamzah Sumpah Setia kepada Raja Yordania usai Dituduh Otaki Kudeta
Selasa, 06 April 2021 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
Raja Abdullah II, 59, awalnya menunjuk Pangeran Hamzah sebagai putra mahkota pada 1999, sejalan dengan keinginan ayah mereka yang saat itu sekarat. Namun, Raja Abdullah II mencabut gelar itu dan menyerahkannya kepada putranya sendiri Pangeran Hussein.
Baca juga: Mossad Israel Dituduh Terlibat Upaya Kudeta Kerajaan Yordania
Ibu Pangeran Hamzah, Ratu Noor yang kelahiran Amerika Serikat, membela putranya. Dalam tweet-nya dia menulis; "Saya berdoa agar kebenaran dan keadilan berlaku bagi semua korban tak bersalah dari fitnah jahat ini."
Analis Ahmad Awad mengatakan peristiwa yang bergejolak itu adalah yang pertama bagi Kerajaan Yordania.
“Ini adalah awal dari krisis dan bukan akhir,” kata Awad, kepala lembaga penelitian Phenix Center for Economic and Informatics di Amman.
“Ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk reformasi politik, ekonomi dan demokrasi.”
Krisis itu telah memperlihatkan perpecahan di negara yang biasanya dilihat sebagai benteng stabilitas di Timur Tengah.
Washington, kekuatan utama Teluk, Mesir dan Liga Arab semuanya telah menjanjikan dukungan untuk Raja Abdullah II. Pesan serupa datang dari Rusia pada hari Senin.
Baca juga: Mossad Israel Dituduh Terlibat Upaya Kudeta Kerajaan Yordania
Ibu Pangeran Hamzah, Ratu Noor yang kelahiran Amerika Serikat, membela putranya. Dalam tweet-nya dia menulis; "Saya berdoa agar kebenaran dan keadilan berlaku bagi semua korban tak bersalah dari fitnah jahat ini."
Analis Ahmad Awad mengatakan peristiwa yang bergejolak itu adalah yang pertama bagi Kerajaan Yordania.
“Ini adalah awal dari krisis dan bukan akhir,” kata Awad, kepala lembaga penelitian Phenix Center for Economic and Informatics di Amman.
“Ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk reformasi politik, ekonomi dan demokrasi.”
Krisis itu telah memperlihatkan perpecahan di negara yang biasanya dilihat sebagai benteng stabilitas di Timur Tengah.
Washington, kekuatan utama Teluk, Mesir dan Liga Arab semuanya telah menjanjikan dukungan untuk Raja Abdullah II. Pesan serupa datang dari Rusia pada hari Senin.
(min)
Lihat Juga :