Mossad Israel Dituduh Terlibat Upaya Kudeta Kerajaan Yordania
Senin, 05 April 2021 - 09:06 WIB
loading...
Pangeran Hamzah bin Hussein dari Kerajaan Yordania bersama istrinya, Putri Basmah. Foto/Yousef Allan/Royal Palace/REUTERS
A
A
A
AMMAN - Pangeran Hamzah bin Hussein, mantan putra mahkota Kerajaan Yordania, ditangkap atas tuduhan merencanakan kudeta terhadap pemerintah. Menurut media lokal, pria Israel yang diduga sebagai agen Mossad, terlibat dengan berupaya membantu pangeran tersebut melarikan diri.
Pemerintah Kerajaan Yordania sebelumnya mengumumkan bahwa Pangeran Hamzah dan dua pejabat istana lainnya telah mengadakan kontak dengan badan intelijen asing yang tidak disebutkan namanya untuk mengacaukan Kerajaan.
Baca juga: Inilah Pangeran Hamzah yang Dituduh Perencana Kudeta Kerajaan Yordania
Hamzah sendiri mengaku telah ditempatkan di bawah tahanan rumah dan saluran komunikasinya diputus.
Media lokal melaporkan, pria yang menghubungi Pangeran Hamzah baru-baru ini dan menawarkan bantuan untuk melarikan diri dari Yordania memiliki hubungan dengan agen Mossad, badan intelijen Israel yang beroperasi di luar negeri.
Menurut kantor berita Ammon, media yang dekat dengan dinas keamanan Yordania, nama pria itu adalah Roy Shaposhnik dan dia diduga mantan perwira Mossad.
Laporan lain dari Axios, media yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa Shaposhnik memberikan pernyataan di mana dia membantah terlibat dalam dugaan kudeta di Kerajaan Yordania. Dia juga menolak laporan bahwa dia pernah bekerja untuk Mossad.
Namun, dia membenarkan bahwa dia telah menawarkan bantuan kepada Pangeran Hamzah dan keluarganya.
Pemerintah Kerajaan Yordania sebelumnya mengumumkan bahwa Pangeran Hamzah dan dua pejabat istana lainnya telah mengadakan kontak dengan badan intelijen asing yang tidak disebutkan namanya untuk mengacaukan Kerajaan.
Baca juga: Inilah Pangeran Hamzah yang Dituduh Perencana Kudeta Kerajaan Yordania
Hamzah sendiri mengaku telah ditempatkan di bawah tahanan rumah dan saluran komunikasinya diputus.
Media lokal melaporkan, pria yang menghubungi Pangeran Hamzah baru-baru ini dan menawarkan bantuan untuk melarikan diri dari Yordania memiliki hubungan dengan agen Mossad, badan intelijen Israel yang beroperasi di luar negeri.
Menurut kantor berita Ammon, media yang dekat dengan dinas keamanan Yordania, nama pria itu adalah Roy Shaposhnik dan dia diduga mantan perwira Mossad.
Laporan lain dari Axios, media yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa Shaposhnik memberikan pernyataan di mana dia membantah terlibat dalam dugaan kudeta di Kerajaan Yordania. Dia juga menolak laporan bahwa dia pernah bekerja untuk Mossad.
Namun, dia membenarkan bahwa dia telah menawarkan bantuan kepada Pangeran Hamzah dan keluarganya.
Lihat Juga :