Pemimpin Houthi Peringatkan Iran Tidak Hentikan Pengayaan Uranium
Selasa, 06 April 2021 - 03:03 WIB
loading...
Pemimpin Houthi Yaman Muhammad Ali Al-Houthi. Foto/wikipedia
A
A
A
SANAA - Pemimpin Houthi Yaman Muhammad Ali Al-Houthi meminta Iran tidak menghentikan pengayaan uranium sebelum para pihak dalam perjanjian nuklir 2015 kembali ke kesepakatan itu.
"Jika Iran menerima menghentikan pengayaan (uranium) sebelum (pihak lain) mengimplementasikan perjanjian, itu akan mengulangi kesalahan dari perjanjian sebelumnya, yang tidak dilaksanakan meskipun ada jaminan, dan negosiasi akan dikaitkan dengan program rudal (Iran) kemudian," tweet Al-Houthi di Twitter.
"Dasar dari setiap perjanjian adalah implementasi praktis, bukan hanya dialog dan tanda tangan, seperti yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya dengan perjanjian mereka termasuk Perjanjian Stockholm, yang mereka tolak untuk diterapkan," papar dia.
Baca juga: Netanyahu Tahu Kerusuhan Keamanan di Yordania Saat Itu Terjadi
Pada 2018, Amerika Serikat (AS) secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 yang ditandatangani dengan Iran dan menerapkan kembali sanksi yang sebelumnya dicabut berdasarkan kesepakatan itu.
Baca juga: Inilah Pangeran Hamzah yang Dituduh Perencana Kudeta Kerajaan Yordania
Iran, setelah menunggu lebih dari setahun, menanggapi dengan melanjutkan pengayaan uraniumnya.
"Jika Iran menerima menghentikan pengayaan (uranium) sebelum (pihak lain) mengimplementasikan perjanjian, itu akan mengulangi kesalahan dari perjanjian sebelumnya, yang tidak dilaksanakan meskipun ada jaminan, dan negosiasi akan dikaitkan dengan program rudal (Iran) kemudian," tweet Al-Houthi di Twitter.
"Dasar dari setiap perjanjian adalah implementasi praktis, bukan hanya dialog dan tanda tangan, seperti yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya dengan perjanjian mereka termasuk Perjanjian Stockholm, yang mereka tolak untuk diterapkan," papar dia.
Baca juga: Netanyahu Tahu Kerusuhan Keamanan di Yordania Saat Itu Terjadi
Pada 2018, Amerika Serikat (AS) secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 yang ditandatangani dengan Iran dan menerapkan kembali sanksi yang sebelumnya dicabut berdasarkan kesepakatan itu.
Baca juga: Inilah Pangeran Hamzah yang Dituduh Perencana Kudeta Kerajaan Yordania
Iran, setelah menunggu lebih dari setahun, menanggapi dengan melanjutkan pengayaan uraniumnya.
Lihat Juga :