Dokumenter Baru Ungkap Agen Pemerintah China Justru Dukung Terorisme di Xinjiang

Sabtu, 03 April 2021 - 14:03 WIB
loading...
A A A
"Kebenaran adalah kebalikan dari persepsi Barat yang salah arah, [masalah] Xinjiang bukanlah tentang etnis atau agama, tetapi tentang memerangi ekstremisme dan terorisme," tulis seorang pengguna Twitter; M. Azeem Khan.

Pengungkapan mendalam dalam film dokumenter tersebut menyoroti legitimasi dan perlunya upaya anti-terorisme dan deradikalisasi, yang juga merupakan serangan balik yang kuat terhadap pasukan anti-China di Barat.

Faktanya, mendidik ulang orang-orang dengan pemikiran radikal adalah praktik umum di banyak negara, seperti di Singapura dan Inggris. Hal itu disampaikan Li Juan, Ketua Komite Urusan Hukum Kongres Rakyat Xinjiang.

"Ini adalah praktik internasional tentang bagaimana mendidik dan memperbaiki orang yang disesatkan oleh pemikiran ekstremis," tegasnya.

Li berpendapat bahwa pendirian pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan di Xinjiang memiliki dasar hukum di China. Bagian 7 dari Tindakan untuk Implementasi Undang-Undang Kontraterorisme untuk Xinjiang adalah tentang manajemen pendidikan, konten pelatihan, dan metode pusat pelatihan kejuruan.

"Dibandingkan dengan tindakan anti-terorisme yang dilakukan oleh negara-negara Barat, tindakan anti-terorisme China lebih memperhatikan perlindungan hak asasi manusia. Dunia Barat yang dipimpin Amerika Serikat cenderung membunuh teroris segera setelah mereka menemukannya, tanpa mengambil tindakan yang efektif untuk mendidik mereka. Namun, tindakan deradikalisasi China telah menarik banyak orang kembali dari ambang terorisme," imbuh Li.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved