Pria Asia Dipukuli Hingga Pingsan di Subway, Penumpang Lain Hanya Menonton
Rabu, 31 Maret 2021 - 17:34 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi reaksi para pengemat tampaknya tidak biasa, setidaknya menurut standar New York. Ketika seorang pria Filipina-Amerika berusia 61 tahun diserang di sebuah gerbong kereta bawah tanah pada bulan Februari, dan ditebas dengan pemotong kotak dari telinga ke telinga, tidak ada penumpang lain yang turun tangan. Faktanya, setelah penyerangan, korban harus mencari pertolongan sendiri, karena tidak ada satupun saksi mata yang memanggil ambulans atau bantuan lainnya. Dia menerima sekitar 100 jahitan untuk menutup lukanya.
Meskipun rekaman video pengawasan menunjukkan bahwa dia adalah seorang pemuda kulit hitam, aktivis lokal menanggapi serangan tersebut dengan mengadakan unjuk rasa menentang "nasionalisme kulit putih."
Menggambarkan dirinya sebagai "Race Baiter" dan produser film, Tariq Nasheed, berpendapat bahwa dalam kasus wanita yang berulang kali ditendang di depan gedung apartemen, kewajiban satpam adalah melindungi gedung.
Ini merujuk pada peristiwa seorang wanita Asia berusia 65 tahun dihajar oleh seorang pria di depan sebuah apartemen mewah di New York.
Baca juga: Terekam Kamera, Pria di AS Hajar Seorang Wanita Asia 65 Tahun
"Tidak ada kewajiban untuk menyelamatkan hukum di New York," katanya.
Meskipun rekaman video pengawasan menunjukkan bahwa dia adalah seorang pemuda kulit hitam, aktivis lokal menanggapi serangan tersebut dengan mengadakan unjuk rasa menentang "nasionalisme kulit putih."
Menggambarkan dirinya sebagai "Race Baiter" dan produser film, Tariq Nasheed, berpendapat bahwa dalam kasus wanita yang berulang kali ditendang di depan gedung apartemen, kewajiban satpam adalah melindungi gedung.
Ini merujuk pada peristiwa seorang wanita Asia berusia 65 tahun dihajar oleh seorang pria di depan sebuah apartemen mewah di New York.
Baca juga: Terekam Kamera, Pria di AS Hajar Seorang Wanita Asia 65 Tahun
"Tidak ada kewajiban untuk menyelamatkan hukum di New York," katanya.
Lihat Juga :