Biden: China Tak Akan Bisa Kalahkan AS Jadi Negara Terkuat di Dunia

Jum'at, 26 Maret 2021 - 09:09 WIB
loading...
A A A
Dia mengatakan bahwa dia memberi tahu Xi Jinping selama percakapan dua jam setelah menjabat; “Selama Anda dan negara Anda terus secara terang-terangan melanggar hak asasi manusia, kami akan terus dengan cara yang tak henti-hentinya untuk menarik perhatian dunia, dan perjelas, jelaskan, apa yang terjadi. Dan dia mengerti itu."

"Kegagalan untuk melakukannya, seperti yang terjadi di bawah mantan presiden Donald Trump, akan merusak kredibilitas Amerika," sambung Biden.

“Saat seorang presiden menjauh dari itu, seperti yang terakhir dilakukan, adalah saat kita mulai kehilangan legitimasi kita di seluruh dunia. Inilah kami," katanya.

Tiankai membantah China memisahkan keluarga Uighur di Xinjiang. “Biar saya jelaskan. China tidak melakukan hal-hal ini,” katanya di CNN.

Biden, yang berencana untuk mengungkap proposal infrastruktur bernilai multi triliun dollar minggu depan, mengatakan dia akan memastikan peningkatan investasi AS dalam teknologi baru yang menjanjikan, seperti komputasi kuantum, kecerdasan buatan dan bioteknologi.

Dia mengatakan bahwa dia bertujuan untuk mengembalikan investasi AS dalam penelitian dan pengembangan teknologi mendekati dua persen dari PDB yang diinvestasikan pada tahun 1960-an dari tingkat saat ini sekitar 0,7 persen.

“Masa depan terletak pada siapa yang sebenarnya dapat memiliki masa depan yang berkaitan dengan teknologi, komputasi kuantum, berbagai hal, termasuk di bidang medis,” katanya.

"Kami akan melakukan investasi nyata," katanya, yang mencatat pengeluaran China tiga kali lebih banyak daripada Amerika Serikat untuk infrastruktur.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved